Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase

Faktor Cuaca Ekstrem Jadi Dugaan Penyebab

Headline, Nasional8594 Dilihat

Dailykepri.com | Nasional – Bareskrim Polri memastikan tidak ada unsur sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026. Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan, tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” ujarnya.

Nunung menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari Dittipidter Bareskrim Polri, Dittipidum Bareskrim Polri, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta perwakilan PT PLN telah melaksanakan investigasi pada Minggu, 24 Mei 2026. Investigasi dilakukan di tower 175 dan tower 176 jaringan transmisi listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB, terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di wilayah Jambi. Tim gabungan menemukan kabel transmisi yang putus, sementara kondisi fisik tower masih baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” kata Nunung.

Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan masyarakat sekitar yang menyebutkan adanya ledakan sesaat sebelum pemadaman listrik terjadi di area tower transmisi. Tim gabungan juga berkoordinasi dengan PT PLN dan diperoleh informasi bahwa sebelum gangguan pada 22 Mei 2026 pukul 18.30 WIB, sistem kelistrikan Sumatera dalam keadaan normal dan terintegrasi. Diketahui terdapat aliran daya signifikan menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai. Gangguan pada jalur tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar dan memicu blackout sistem interkoneksi Sumatera.

Nunung menegaskan bahwa dugaan sementara penyebab blackout mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem, bukan sabotase.

“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” jelasnya.

Untuk kepentingan lebih lanjut, bagian kabel transmisi yang terputus saat ini ditangani Puslabfor Polri untuk pemeriksaan laboratorium dan analisis guna mengetahui penyebab pasti kerusakan.

“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” tutup Nunung.

Komentar