Dailykepri.com | Otomotif – Pengendara motor disarankan untuk tidak langsung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi setelah mengganti ban baru. Hal ini terkait adanya masa inreyen ban, yaitu periode penyesuaian yang harus dilalui sebelum ban benar-benar aman digunakan untuk manuver ekstrem seperti cornering atau pengereman mendadak.
Menurut Andreas Aldrin dari Ree Ban Motor, ban baru memiliki lapisan lilin di bagian tapak sebagai perlindungan agar karet tetap awet selama penyimpanan. “Ketika kondisi ban masih baru, terdapat lapisan lilin di tapak ban sebagai bentuk perlindungan agar karetnya tetap awet selama penyimpanan,” jelasnya. Lapisan ini membuat permukaan ban terasa licin sehingga berisiko jika langsung digunakan dengan gaya berkendara agresif.
Aldrin menambahkan, pengendara sebaiknya membawa motor dengan kecepatan rendah terlebih dahulu agar lapisan lilin terkikis secara alami. “Makanya kami sarankan untuk tidak melakukan manuver, akselerasi atau pengereman mendadak selama waktu tertentu alias inreyen hingga lapisan lilinnya hilang,” ujarnya.
Proses inreyen diperkirakan berlangsung hingga motor menempuh jarak sekitar 100 km. Setelah itu, ban baru akan lebih aman digunakan untuk perjalanan jauh maupun aktivitas berkendara dengan kecepatan tinggi. “Estimasi proses inreyen ban baru agar lapisan lilin terkikis, kendarai motor sampai kurang lebih menempuh 100 km,” terang Aldrin yang tokonya berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Dengan demikian, pengendara diingatkan untuk lebih berhati-hati setelah mengganti ban motor. Mengendarai motor secara perlahan di awal bukan hanya menjaga keselamatan, tetapi juga memastikan ban baru berfungsi optimal setelah lapisan pelindungnya hilang. Seperti ditegaskan Aldrin, “Jadi setelah ganti ban baru, motor jangan langsung dibawa ngebut dulu ya bro.”










Komentar