Suhu Jalan Tinggi Jadi Penyebab Ban Retak

Tekanan Angin dan Faktor Keselamatan

Headline, Otomotif7061 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Musim kemarau dengan suhu jalan yang lebih tinggi dapat mempercepat keausan hingga memicu retak pada ban kendaraan. Kondisi ini membuat pengendara perlu lebih memperhatikan tekanan angin dan kondisi tapak ban demi menjaga keselamatan berkendara. National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menegaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat berkendara merupakan hal yang normal. Namun, ia mengingatkan bahwa jika suhu dan tekanan angin meningkat secara berlebihan, hal tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. “Karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” ujar Apriyanto.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Dalam kondisi jalan rusak, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi pemicu utama insiden di jalan tol. Ban yang tidak prima lebih rentan mengalami aus hingga pecah, sehingga perhatian ekstra terhadap kondisi ban menjadi keharusan.

Apriyanto menjelaskan bahwa pemilihan ban SUV yang tepat dapat meminimalkan risiko aus dan retak. Desain tapak dengan profil kotak membantu menyebarkan beban kendaraan secara merata, menjaga stabilitas, dan mencegah keausan tidak merata. Pola tapak dengan tingkat kekakuan tinggi juga berperan menjaga bentuk ban saat suhu jalan meningkat, terutama ketika kendaraan melaju cepat atau membawa beban berat. Selain itu, karakter pengguna turut menentukan pilihan ban. Untuk penggunaan harian di jalan aspal, ban dengan fokus pada kenyamanan, kestabilan, dan tingkat kebisingan rendah lebih optimal. Sementara itu, untuk perjalanan dengan beban berat atau medan menantang, diperlukan ban dengan daya tahan struktur, kekuatan tapak, serta kemampuan traksi yang lebih tinggi.

Tapak ban memiliki fungsi utama dalam menjaga traksi sekaligus mendistribusikan tekanan secara merata, mengurangi akumulasi panas, dan menjaga keausan tetap seimbang. “Pengguna SUV perlu memahami bahwa ban bukan hanya komponen pelengkap, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan kendaraan. Teknologi distribusi tekanan dan struktur tapak yang kuat membantu mengurangi risiko blowout sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang,” tambah Apriyanto.

Sebagai solusi, Hankook menghadirkan lini Dynapro yang dirancang untuk berbagai kebutuhan pengguna SUV. Dynapro HT difokuskan pada daya tahan maksimal dengan struktur lebih kuat dan ketahanan aus lebih tinggi, cocok untuk perjalanan jarak jauh dengan intensitas tinggi. Kedua produk tersebut mengusung konsep efisiensi jangka panjang atau economy of durability, melalui umur pakai yang lebih panjang dan performa konsisten, sehingga mendukung kenyamanan premium, tingkat kebisingan rendah, serta stabilitas tinggi di jalan aspal.

Komentar