Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Gudang Polri dan SPPG

Headline, Nasional7572 Dilihat

Dailykepri.com | JakartaPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui langkah strategis. Hal itu ditunjukkan saat groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa agenda di Tuban menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian pangan. Ia menekankan pemerintah tidak hanya fokus pada swasembada beras, tetapi juga memperkuat produksi jagung dan komoditas strategis lain. “Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025. Kita sekarang mengejar swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” ujar Menteri Pras.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Ia juga memberikan apresiasi kepada petani atas kontribusi mereka menjaga ketersediaan pangan nasional. “Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” imbuhnya.

Menteri Pras menambahkan cadangan beras pemerintah kini mencapai 5,3 juta ton di gudang Bulog, sebuah pencapaian bersejarah yang menunjukkan kondisi pangan nasional aman dan terkendali. “Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkapnya.

Baca juga :
Prabowo Subianto Apresiasi Inovasi Pangan dan Energi untuk Ketahanan Nasional

Senada, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat dukungan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan pupuk. Ia menyebut stok pupuk nasional lebih dari cukup, bahkan Indonesia mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara. “Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India. Bahkan Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia, gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.

Amran menambahkan Indonesia kini telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan, sementara harga pupuk dalam negeri turun hingga 20 persen. “Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” pungkasnya.

Komentar