Prabowo Subianto Apresiasi Inovasi Pangan dan Energi untuk Ketahanan Nasional

Headline, Nasional6823 Dilihat

Dailykepri.com | Jakarta Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya inovasi di sektor pangan dan energi sebagai langkah memperkuat ketahanan nasional di tengah krisis global. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan rasa lega atas terobosan pemanfaatan tongkol jagung menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif. “Saya gembira. Bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang, ya. Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa,” ucapnya.

Prabowo menilai inovasi tersebut sebagai bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan tidak mudah menyerah. Ia menekankan bahwa kedekatan para inovator dengan masyarakat, kampus, dan para insinyur menjadi kunci lahirnya ide-ide besar. “Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu. Karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur, sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” katanya.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pengembangan pupuk berbahan batu bara kalori rendah yang dinilai mampu memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus segera mengurangi ketergantungan terhadap pupuk impor. “Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa produk-produk inovasi tersebut nantinya akan didistribusikan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau. “Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya. Semurah-murahnya supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik,” tandasnya.

Pidato Presiden ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi pangan dan energi sebagai fondasi ketahanan nasional, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat melalui akses yang lebih murah dan berkelanjutan.

Komentar