Syamsul Paloh Apresiasi Aparat, Tegaskan Batam Jadi Target Sindikat Internasional

Batam, Headline8425 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Maraknya pengungkapan kasus penyelundupan barang ilegal sepanjang April 2026 dinilai sebagai sinyal serius bahwa Batam masih menjadi jalur strategis bagi jaringan penyelundupan internasional. Aparat berhasil menggagalkan masuknya rokok ilegal, senjata api, hingga cartridge vape mengandung Etomidate di sejumlah pintu masuk wilayah perbatasan.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, menegaskan bahwa temuan tersebut menunjukkan ancaman nyata dari modus penyelundupan yang semakin nekat dan terorganisir.

“Ini alarm bahaya bagi kita semua. Modusnya sekarang semakin berani dan sulit dideteksi. Ada yang disembunyikan di tubuh, ada yang dikamuflasekan dalam barang sehari-hari. Kalau aparat lengah sedikit saja, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Syamsul memberikan apresiasi kepada Bea Cukai Batam bersama aparat penegak hukum yang dinilai sigap membongkar berbagai upaya penyelundupan tersebut. Menurutnya, pengungkapan cartridge vape mengandung Etomidate menjadi perhatian paling serius karena zat tersebut berpotensi merusak kesehatan dan dapat disalahgunakan layaknya narkotika.

Baca juga :
Jaksa KPK Tuntut Mantan Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

“Yang paling mengkhawatirkan adalah masuknya Etomidate melalui vape. Ini ancaman baru. Bentuknya terlihat biasa, tetapi efeknya sangat berbahaya. Kalau sampai lolos dan beredar luas, korbannya anak-anak muda kita,” katanya.

Sepanjang April 2026, Bea Cukai Batam mencatat sejumlah pengungkapan besar, mulai dari pengamanan hampir setengah juta batang rokok ilegal di perairan Tanjung Sauh, penyelundupan senjata api di Pelabuhan Bintang 99 Persada, hingga dua kasus cartridge vape mengandung Etomidate di Pelabuhan Harbour Bay. Dalam salah satu kasus, pelaku bahkan menggunakan modus body strapping dengan menempelkan ratusan cartridge vape di tubuh untuk mengelabui petugas.

Syamsul menilai kondisi tersebut membuktikan wilayah perbatasan seperti Batam masih menjadi jalur favorit sindikat internasional. Karena itu, ia meminta pengawasan di pintu masuk pelabuhan dan perairan terus diperketat serta mengajak masyarakat ikut aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Perang melawan narkotika dan penyelundupan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Masyarakat harus ikut peduli. Jangan sampai Batam menjadi sasaran empuk jaringan internasional,” tegasnya.

Baca juga : 
Kejagung Lelang Minyak Rampasan MT Arman 114 Senilai Rp900 Miliar

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan pihaknya terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan sinergi dengan kepolisian, BNN, dan aparat penegak hukum lainnya.

“Sinergi menjadi kunci utama dalam mencegah masuknya barang ilegal dan berbahaya ke Batam,” ujarnya.

Komentar