Dailykepri.com | Bintan – Seorang petugas Balai Benih Ikan (BBI) Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Maryanto (44), meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, almarhum sempat mengeluhkan nyeri di perut sebelah kiri disertai muntah darah sekitar pukul 04.00 WIB di dapur Kantor BBI. Kondisinya yang memburuk membuat ia meminta pertolongan kepada rekan kerja, namun terjatuh di depan kantor hingga mengalami luka di bagian dagu.
Kapolsek Teluk Bintan, Ipda Muhammad Yodiahyari, menyampaikan bahwa almarhum sempat meminta segelas air hangat, diantar ke rumah sakit, serta kartu BPJS sebelum akhirnya dibawa ke RSJKO Engku Haji Daud. “Sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum sempat meminta segelas air hangat, meminta diantar ke rumah sakit, serta meminta kartu BPJS diambil,” ujar Yodiahyari, Sabtu malam. Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi Maryanto terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan awal kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. “Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Almarhum juga memiliki riwayat penyakit asam lambung,” kata Yodiahyari. Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSJKO Engku Haji Daud, Deni Robbi Manel, menjelaskan bahwa pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat sekitar pukul 04.45 WIB dalam kondisi sadar dengan luka robek di dagu dan keluhan nyeri perut. “Saat menjalani perawatan, pasien sempat menyemburkan darah,” ujarnya. Tim medis telah melakukan berbagai upaya penyelamatan, namun nyawa pasien tidak dapat diselamatkan.
Setelah dinyatakan meninggal, tim medis melakukan visum luar di Instalasi Pemulasaran Jenazah yang disaksikan keluarga dan kepolisian. Pihak keluarga memutuskan tidak dilakukan autopsi, dan jenazah kemudian diserahkan untuk dibawa ke rumah duka di Tanjungpinang.











Komentar