Pascarelokasi Perbaikan Pipa 800 mm Muka Kuning, BP Batam Kawal Aliran Air hingga Stabil

Jaringan pipa 800 mm di Muka Kuning selesai diperbaiki, aliran air ke wilayah terdampak mulai dinormalisasi secara bertahap

Batam, BP Batam, Headline7888 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan pekerjaan fisik perbaikan dan relokasi jaringan pipa air minum berdiameter 800 milimeter di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, telah selesai dikerjakan pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB. Pascapenyelesaian perbaikan tersebut, proses pengaliran air bersih ke masyarakat terdampak langsung dipulihkan secara bertahap demi menjaga keamanan dan kestabilan jaringan distribusi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penanganan dan pemulihan pasokan air bersih menjadi prioritas utama lembaga. Ia menginstruksikan seluruh jajaran teknis bersama pihak pengelola untuk terus mengawal distribusi air hingga pelayanan kembali normal di seluruh wilayah terdampak.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

“Pekerjaan perbaikan pipa sudah kita tuntaskan. Sekarang yang menjadi perhatian adalah memastikan air kembali mengalir dan tekanan jaringan terus dipulihkan sampai normal. Saya minta seluruh tim tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Amsakar.

Amsakar juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat atas terganggunya suplai air yang memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Menurutnya, kendala di lapangan ini menjadi bahan evaluasi penting agar penanganan gangguan fasilitas dasar ke depan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan responsif.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa pengawasan ketat terus dilakukan bersama PT Air Batam Hilir di lapangan. Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.

“Kami memahami bagaimana rasanya ketika air belum mengalir, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, saya minta tim di lapangan bekerja sampai tuntas. Jangan hanya memastikan pipa selesai diperbaiki, tetapi pastikan air benar-benar sampai kepada masyarakat yang masih terdampak,” ujar Li Claudia.

Dari sisi teknis, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pemulihan aliran pascaperbaikan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak jaringan pipa yang ada. Saat ini, pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 3 dan 4 menghasilkan debit sekitar 600 liter per detik (lps) dengan tekanan 9 bar, dari target kondisi normal sebesar 750 lps dengan tekanan 12 bar. Pasokan tersebut diprioritaskan mengalir ke area Batam Centre dan Batu Aji.

“Setelah pekerjaan selesai, kita tidak bisa langsung menaikkan debit dan tekanan ke kondisi maksimal tanpa melihat respons jaringan. Saat ini pengaliran berada di sekitar 600 liter per detik dengan tekanan 9 bar dan terus kami pantau. Tim teknis akan melakukan peningkatan debit secara bertahap menuju 750 liter per detik dengan tekanan 12 bar, tetap dengan mempertimbangkan keamanan dan kestabilan jaringan,” jelas Denny.

Proses pengaliran air ke seluruh kawasan terdampak membutuhkan waktu bervariasi tergantung karakteristik wilayah. Sejumlah area seperti Batu Aji, Tembesi, dan Marina telah mulai menerima aliran air kembali. Sementara itu, wilayah yang berada di ujung jaringan serta memiliki elevasi tinggi, seperti Sagulung dan Sei Lekop, memerlukan waktu pemulihan lebih lama hingga tekanan air di dalam pipa benar-benar optimal.

Pekerjaan relokasi pipa 800 mm ini sebelumnya dimulai sejak Rabu (26/8/2026). Tim teknis sempat menghadapi kendala rumit pada proses penyambungan dan pengelasan pipa di lapangan. Bahkan, saat uji coba pengaliran dilakukan pada Jumat (28/8/2026), tim kembali menemukan titik kebocoran yang memerlukan perbaikan susulan hingga akhirnya penanganan tuntas dilakukan pada Sabtu sore.

BP Batam bersama PT Air Batam Hilir berkomitmen untuk terus memantau pergerakan debit, tekanan, serta pola distribusi air secara transparan. Apresiasi disampaikan kepada masyarakat atas kesabaran selama proses perbaikan berlangsung, seraya memastikan penanganan bantuan pasokan air tetap disiapkan bagi wilayah yang masih dalam masa transisi pemulihan.

Komentar