BP Batam Pacu Pembangunan Infrastruktur Dasar untuk Imbangi Investasi

Penataan jalan, penanganan banjir, hingga smart PJU disiapkan guna mewujudkan Batam sebagai kota modern yang estetis dan nyaman

Batam, BP Batam, Headline8559 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra mengakselerasi penataan kota melalui penguatan infrastruktur dasar. Langkah strategis ini ditempuh guna memastikan pesatnya pertumbuhan investasi dan kinerja ekonomi daerah dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas lingkungan serta kenyamanan perkotaan.

Wakil Kepala BP Batam yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa percepatan pembangunan fisik yang tengah berlangsung merupakan respons aktif otoritas dalam menjawab kebutuhan kota yang tumbuh dinamis sebagai pusat industri nasional.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman,” ujar Li Claudia di Batam Centre, Minggu (30/8).

Komitmen penataan tersebut diwujudkan secara konkret melalui realisasi program pembangunan infrastruktur 2026. Hingga kini, sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah berhasil diselesaikan. Beberapa di antaranya meliputi perbaikan ruas Jalan Gadjah Mada di depan Southlink, penataan jalan di atas underpass Yos Sudarso, serta peningkatan jalan pada titik landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Sejalan dengan pembenahan akses jalan, penanganan 29 titik rawan banjir juga menjadi prioritas utama. Penanganan ini mencakup peningkatan kapasitas drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, serta pemeliharaan dan normalisasi saluran air di lokasi-lokasi strategis seperti Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung, hingga area kawasan industri.

Selain penguatan fungsi fisik dan penanggulangan banjir, BP Batam turut mempercantik ruang publik melalui program penghijauan dengan menanam tanaman bougenville di sepanjang ruas jalan utama guna menghadirkan wajah kota yang lebih estetik dan bersih. Pada saat yang sama, modernisasi fasilitas perkotaan disiapkan melalui rencana penerapan teknologi smart integrated Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk memantau titik pencahayaan di ruas jalan utama secara real-time.

Li Claudia menilai bahwa daya tarik investasi sebuah wilayah kini tidak lagi hanya diukur dari kemudahan regulasi berusaha, melainkan juga dari kualitas tata ruang dan kenyamanan lingkungan hidupnya.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” tuturnya.

Melalui arah pembangunan yang terintegrasi antara pembenahan jalan, pengendalian banjir, dan penataan estetika kota ini, Batam terus memperkuat posisinya tidak hanya sebagai kawasan industri yang efisien bagi logistik dan mobilitas, tetapi juga bertransformasi menjadi kota modern yang kompetitif dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Komentar