BP Batam Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih 18,5 Hektare di Rempang

Mengawal Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto untuk Memutus Rantai Kemiskinan dan Menyiapkan Generasi Emas 2045

Batam, BP Batam, Headline6779 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mematangkan seluruh rangkaian tahapan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih yang berlokasi di kawasan Rempang. Proyek kawasan pendidikan terintegrasi yang berdiri di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang mendapat perhatian penuh dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pembangunan sekolah ini dirancang secara khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di wilayah tersebut.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa saat ini fokus utama institusinya adalah menyelesaikan seluruh persyaratan administratif dan teknis guna menjamin kepastian hukum serta kelancaran pelaksanaan pembangunan di lapangan. Langkah-langkah prosedural yang sedang bergulir mencakup pemenuhan perizinan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Sementara itu, pengerjaan fisik di lokasi saat ini difokuskan pada pemagaran area kawasan serta penanganan teknis awal terkait pengendalian dan mitigasi potensi banjir.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Dalam keterangannya pada Minggu (2/8/2026), Amsakar menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi sebelum pengerjaan konstruksi fisik dimulai secara bertahap, dengan target penyelesaian menyeluruh pada tahun 2028 mendatang. Ia menegaskan bahwa pendekatan komunikasi yang humanis kepada masyarakat sekitar terus dikedepankan di setiap tahapan persiapan.

“Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang,” ujar Amsakar Achmad.

Amsakar menambahkan bahwa Sekolah Rakyat Merah Putih diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang yang akan membawa dampak transformatif bagi peta perekonomian dan kualitas sumber daya manusia di Kota Batam. Melalui pemenuhan sarana dan prasarana modern, lembaga pendidikan ini dipersiapkan untuk menggembleng peserta didik agar memiliki keunggulan akademik, karakter kokoh, serta adaptabilitas tinggi dalam merespons dinamika industri yang kian pesat.

“Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah pesatnya kemajuan industri. Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Batam, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini diharapkan membuka peluang bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi agar memperoleh pendidikan berkualitas,” kata Amsakar menambahkan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa kurikulum dan tata kelola pembelajaran di Sekolah Terintegrasi Merah Putih tidak hanya menekankan pada aspek akademik dan pembentukan karakter semata, melainkan juga berfokus pada penguatan pendidikan vokasi. Kurikulum berbasis keterampilan praktis dan penguasaan keahlian teknis ini disiapkan secara khusus untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan tantangan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi saat ini.

Li Claudia menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen pemerintah dalam merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045 melalui pemerataan hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja,” ujar Li Claudia Chandra.

Melalui sinergi antarlembaga dan skema pembangunan yang terstruktur, BP Batam optimistis Sekolah Rakyat Merah Putih akan menjadi pusat keunggulan pendidikan baru di Kepulauan Riau yang mampu mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi serta berintegritas.

Komentar