Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, BP Batam Mulai Rekonstruksi Jalan Gajah Mada

Pekerjaan rekonstruksi ruas Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota

Batam, BP Batam, Headline6795 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam secara resmi memulai proyek rekonstruksi menyeluruh pada ruas Jalan Gajah Mada, khususnya dari titik Pura Agung Amerta Bhuana hingga kawasan Taman Kota, Sabtu (25/7/2026). Pekerjaan infrastruktur ini diproyeksikan akan berlangsung selama kurang lebih empat minggu, bergantung pada dinamika cuaca serta kompleksitas teknis di lapangan. Langkah ini diambil guna menjamin kualitas jalan arteri vital tersebut agar tetap aman, andal, dan nyaman saat dilintasi oleh masyarakat pengguna jalan.

Berbeda dari perbaikan rutin yang umumnya sebatas penambalan permukaan, pengerjaan Jalan Gajah Mada ini dilakukan melalui pendekatan rekayasa teknik secara total. Proses pengerjaan meliputi pembongkaran struktur beton yang telah mengalami kerusakan, dilanjutkan dengan pembenahan dan pemadatan ulang pada lapisan pondasi jalan. Setelah fondasi dinilai kokoh, tim teknis akan melakukan pengecoran ulang mengaplikasikan beton bertulang sebelum akhirnya ditutup dengan lapisan pengaspalan presisi.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa keputusannya untuk melakukan rekonstruksi menyeluruh merupakan bagian dari skema investasi jangka panjang dalam menjaga ketahanan infrastruktur di Kota Batam. Langkah ini penting agar badan jalan memiliki daya tahan yang jauh lebih tinggi dan usia pakai yang lebih panjang, sehingga tidak mudah rusak kembali di kemudian hari.

“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujar Ariastuty Sirait dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses pengerjaan fisik berlangsung, BP Batam menerapkan skema rekayasa lalu lintas yang dilakukan dalam dua tahap secara terukur. Pada tahap pertama, penutupan jalan akan dilakukan secara terbatas pada ruas di depan Universitas Internasional Batam (UIB) menuju ke arah Taman Kota untuk kendaraan yang mengarah ke Nagoya. Arus kendaraan dari jalur tersebut akan dialihkan melewati Flyover Sei Ladi untuk menuju ke arah Flyover Laluan Madani.

Sementara itu, memasuki pengerjaan tahap kedua, fokus pekerjaan fisik akan bergeser ke sisi jalan seberangnya. Pada tahap ini, pengelola hanya akan menerapkan penutupan pada satu lajur jalan, sehingga arus lalu lintas tetap dapat mengalir secara bergantian di bawah pengaturan dan pengawasan ketat dari para petugas teknis serta kepolisian di lapangan.

Ariastuty menambahkan, skema rekayasa arus kendaraan tersebut bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan realisasi pengerjaan di lokasi proyek. BP Batam berkomitmen untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap rutinitas harian warga serta kelancaran pasokan logistik daerah.

“Pengaturan lalu lintas akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan,” kata Ariastuty menjelaskan.

Sebagai penutup, BP Batam mengimbau seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu petunjuk yang dipasang di sepanjang area proyek, serta mengunduh atau mengikuti arahan dari petugas lalu lintas. Masyarakat juga disarankan untuk dapat memanfaaatkan jalur-jalur alternatif yang tersedia guna menghindari penumpukan kendaraan. Dengan sinergi dan kesadaran bersama, penataan infrastruktur strategis ini diharapkan dapat selesai tepat waktu demi memberikan kemanfaatan jangka panjang bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Batam.

Komentar