Musda XI Partai Golkar Resmi Dibuka Ketua DPD Khairunas di Bukittinggi

Musda XI Golkar Bukittinggi: Penegasan Dukungan ke Pemerintah dan Instruksi Konsolidasi Hingga Tingkat Terendah

Bukittinggi, Headline7702 Dilihat

Dailykepri.com | Bukittinggi – Musyawarah Daerah (Musda) ke‑XI Partai Golongan Karya (Golkar) untuk Provinsi Sumatera Barat resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Khairunas di Balai Sidang Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh Walikota Bukittinggi H. M. Ramlan Nurmatias, anggota DPR RI Komisi III H. Benny Utama, serta pengurus dan kader Golkar se‑Sumatera Barat itu menjadi forum evaluasi kinerja partai sekaligus penetapan kepengurusan DPC Kota Bukittinggi.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Dalam sambutannya, Khairunas menegaskan dukungan penuh Partai Golkar terhadap pemerintahan daerah dan memerintahkan agar kepengurusan DPC yang terpilih aktif mendukung program Pemerintah Kota Bukittinggi.

“Tidak ada partai Golkar yang tidak mendukung Pemerintah,” kata Khairunas, seraya menegaskan pentingnya konsolidasi internal untuk meraih kemenangan politik yang sahih. Ia juga menginstruksikan agar DPC Golkar Bukittinggi segera merapat dan menjalin kerja sama dengan Partai Demokrat sebagai bagian dari strategi konsolidasi politik di tingkat daerah.

Walikota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias, menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda dan berharap hasil forum ini dapat menjadi momentum evaluasi kerja partai serta memperkuat hubungan antara pengurus partai dan masyarakat. “Semoga siapapun yang terpilih nantinya bisa dekat serta dicintai oleh masyarakat serta bisa bersama‑sama membangun Kota Bukittinggi,” ujar Ramlan Nurmatias dalam sambutannya.

H. Benny Utama, anggota Komisi III DPR RI, memberi penekanan pada pentingnya konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, nagari, dan jorong. Menurutnya, tidak ada partai yang besar tanpa melakukan konsolidasi sampai ke akar rumput. “Lakukan konsolidasi ke kecamatan, kelurahan, hingga Nagari dan Jorong; konsolidasi ini harus sampai ke tingkat terbawah,” kata Benny Utama, yang juga mengingatkan bahwa keterlibatan kader di luar struktur formal partai tetap harus diimbangi dengan kehadiran aktif di dalam struktur untuk membangun daerah.

Musda ke‑XI di Bukittinggi dihadiri pula oleh jajaran pengurus DPD Golkar Sumatera Barat, pengurus DPC Kota Bukittinggi yang baru terpilih, serta pelaksana tugas (PLT) di tingkat DPC seperti M. Dhanni Hariyona (PLT Ketua DPC), Angga Kurniawan (PLT Sekretaris DPC), dan Berliana Betris (PLT Bendahara). Selain itu hadir pula Sekretaris DPD Helmi Moesim AY dan Bendahara DPD DR. M. Tommy Arby Rumengan. Agenda Musda meliputi evaluasi kinerja, penetapan kepengurusan, serta pembahasan strategi konsolidasi politik menjelang agenda politik daerah dan nasional.

Dalam arahannya, Khairunas menekankan bahwa kemenangan politik tidak datang tanpa proses dan kerja keras. Ia memerintahkan agar seluruh pengurus DPC segera menyusun rencana konsolidasi yang sistematis dan terukur. Instruksi untuk merapatkan barisan dengan Partai Demokrat menunjukkan langkah pragmatis dalam membangun koalisi dan memperkuat posisi partai di tingkat lokal. Pernyataan Khairunas ini mendapat perhatian karena menandai arah politik DPC Bukittinggi pasca‑Musda.

Foto: Walikota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias

Musda juga menjadi ajang silaturahmi antar kader dan pengurus dari berbagai tingkatan, serta kesempatan bagi partai untuk menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan pemerintahan daerah. Para peserta menyoroti pentingnya komunikasi yang intens antara pengurus partai dan pemerintah kota agar program pembangunan berjalan sinergis dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penutupan acara menegaskan komitmen DPD dan DPC untuk segera menindaklanjuti hasil Musda melalui langkah‑langkah konsolidasi di lapangan, penguatan kaderisasi, dan koordinasi lintas partai sebagaimana diarahkan oleh pimpinan DPD. Dengan terbentuknya kepengurusan DPC yang baru, Partai Golkar Kota Bukittinggi diharapkan mampu memperkuat peran politiknya sekaligus berkontribusi pada pembangunan daerah. (*/Arianto)

Komentar