Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa, Presiden Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad

Museum sebagai Ruang Pembelajaran

Headline, Nasional6813 Dilihat

Dailykepri.com | Nasional – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Mei 2026. Peresmian ini menegaskan peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ucap Presiden.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Seskoad dikenal sebagai kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin besar. Tercatat, Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Prabowo Subianto sendiri merupakan lulusan Seskoad. Selain itu, tiga lulusan lainnya dipercaya menjadi Wakil Presiden RI, yakni Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

Kontribusi Seskoad tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga internasional. Empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura pernah menempuh pendidikan di lembaga ini, termasuk Neo Kian Hong, Melvyn Ong Su Kiat, David Neo Chin Wee, dan Cai Dexian yang saat ini menjabat sebagai KSAD Singapura.

Museum Seskoad menampilkan sejarah, perjalanan, dan pengabdian para lulusan sebagai inspirasi bagi perwira yang menempuh pendidikan. Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto, menegaskan pentingnya museum sebagai ruang pembelajaran. “Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelasnya.

Selain museum, Seskoad memiliki perpustakaan besar dengan koleksi 42 ribu buku. Setiap tahun, sekitar 500 siswa termasuk 30 siswa mancanegara menempuh pendidikan di sana. “Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” ujar Desi Ariyanto.

Peresmian ini menegaskan kembali posisi Seskoad sebagai pusat pendidikan strategis yang terus berkontribusi dalam melahirkan pemimpin bangsa dan memperkuat reputasi Indonesia di mata dunia.

Komentar