Dailykepri.com | Batam – Pemerintah Kota Batam terus mematangkan rencana pembangunan Taman Budaya Batam Nyat Kadir yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas seni, pelestarian budaya Melayu, sekaligus wadah berkarya bagi paguyuban berbagai etnis di Kota Batam. Proyek strategis ini merupakan salah satu dari 15 program prioritas Kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra guna memperkuat fondasi pemajuan kebudayaan serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Kehadiran fasilitas kebudayaan yang terpadu ini diharapkan dapat mempertemukan seluruh elemen pelaku seni dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi yang representatif. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa Batam membutuhkan sebuah kawasan khusus yang tidak hanya sekadar tempat pertunjukan, tetapi juga laboratorium kreativitas generasi muda.
“Taman Budaya Batam Nyat Kadir bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, serta rumah bersama bagi seluruh paguyuban budaya yang hidup dan berkembang di Kota Batam,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.
Saat ini, proyek pembangunan fisik Taman Budaya Batam Nyat Kadir masih berada pada tahap perencanaan teknis di bawah penanganan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam. Konsultan perencana yang telah ditetapkan melalui mekanisme lelang resmi, bersinergi dengan Konsultan Manajemen Konstruksi, tengah melakukan kajian teknis mendalam terhadap Gedung Beringin sebagai lokasi yang dipilih untuk pembangunan kawasan tersebut.
Kajian konstruksi tersebut mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan, kelayakan struktur, serta pemetaan kebutuhan pengembangan kawasan. Hasil analisis teknis ini akan dirumuskan ke dalam dokumen Detail Engineering Design (DED) yang menjadi panduan utama pelaksanaan pembangunan. Pengerjaan fisik bangunan akan segera dimulai setelah seluruh proses penyusunan DED dan kajian kelayakan Gedung Beringin dinyatakan selesai.
Penamaan “Nyat Kadir” pada Taman Budaya ini diusulkan langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi tinggi atas jasa almarhum Nyat Kadir. Sosok almarhum dikenal luas oleh masyarakat Kepulauan Riau sebagai Wali Kota Batam periode 2001–2005, mantan Anggota DPR RI, serta tokoh budayawan Melayu dan birokrat yang mendedikasikan hidupnya untuk pembangunan serta pelestarian adat istiadat di Kota Batam.
Setelah rampung dibangun, Taman Budaya Batam Nyat Kadir diposisikan sebagai etalase kebudayaan Kota Batam, sarana edukasi publik, serta tolok ukur capaian pembangunan kebudayaan di daerah. Selain menjaga identitas lokal, keberadaan taman budaya ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan industri kreatif dan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata berbasis budaya unggulan di Indonesia.











Komentar