Dailykepri.com | Batam – Unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Provinsi Kepulauan Riau memusnahkan sebanyak 5.454 lembar uang Rupiah tidak asli hasil temuan periode November 2022 hingga Desember 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Batam. “Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan ini tercatat sebanyak 5.454 lembar dan berasal dari hasil proses pengolahan uang serta temuan masyarakat di wilayah Provinsi Kepulauan Riau selama periode November 2022 sampai dengan Desember 2025,” ujar Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto P.
Botasupal yang terdiri dari BI Kepri, Polda Kepri, BIN Daerah Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepri, serta Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kepri terus memperkuat sinergi dalam pemberantasan uang palsu. Langkah ini merupakan mandat UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sekaligus wujud komitmen menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan keamanan masyarakat dalam bertransaksi. Proses pemusnahan dilakukan setelah melalui klarifikasi oleh BI sebagai lembaga berwenang menyatakan keaslian uang berdasarkan pemeriksaan tenaga ahli maupun uji laboratorium.
Temuan uang palsu tersebut sebelumnya diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan sebelum akhirnya dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan persetujuan Pengadilan Negeri Batam menggunakan Mesin Racik Kertas milik BI yang menghasilkan cacahan berukuran sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang. Kegiatan simbolis dilakukan oleh unsur Botasupal Kepri dan dilanjutkan oleh tim BI dengan disaksikan seluruh pihak terkait.
Data BI menunjukkan tren penurunan temuan uang palsu, dari 5 ppm (piece per million) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024-2025. Penurunan ini seiring dengan penguatan kualitas Rupiah melalui bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman modern yang semakin sulit dipalsukan. Peningkatan kualitas Rupiah juga mendapat pengakuan internasional, di antaranya penghargaan Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 sebagai Seri Uang Terbaik pada IACA Currency Awards 2023, serta pecahan Rp50.000 TE 2022 yang meraih peringkat kedua dunia sebagai pecahan paling aman dan sulit dipalsukan versi BestBrokers pada 2024.
Selain itu, BI bersama Botasupal terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta menerapkan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi). Melalui slogan CBP Rupiah, BI mengajak masyarakat menjaga Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran sah dan simbol kedaulatan negara Indonesia.











Komentar