BP Batam Optimalkan Pelayanan Air Bersih, Masyarakat Diimbau Gunakan Air Secara Bijak

Langkah antisipasi penurunan volume Waduk Nongsa dilakukan mulai dari rekayasa distribusi, pembangunan IPA Sei Ladi, hingga opsi teknologi SWRO

Batam, BP Batam, Headline7484 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir mengoptimalkan pelbagai langkah strategis dan rekayasa jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan serta kontinuitas pasokan air bersih bagi masyarakat dan sektor industri di Kota Batam. Langkah antisipatif ini diambil di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan minimnya curah hujan yang memicu penurunan volume air baku di Waduk Nongsa.

Penyusutan air baku di Waduk Nongsa secara langsung memengaruhi kapasitas produksi harian pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa. Kendati mengalami penurunan debit, pengelola memastikan proses pengolahan dan penyaluran air minum tetap dioperasikan secara optimal dengan mematuhi standar baku mutu kesehatan yang berlaku. Untuk menutupi keterbatasan produksi di wilayah tersebut, BP Batam menerapkan strategi interkoneksi jaringan dengan mengalirkan pasokan air dari IPAM lain guna menopang kebutuhan pelanggan, termasuk yang berada di kawasan ujung jaringan (stress area).

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa penyesuaian skema distribusi ini berpotensi memicu pergeseran jam layanan di beberapa titik, namun hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga kesetaraan penyaluran air bersih kepada seluruh masyarakat.

“BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih, khususnya bagi kebutuhan rumah tangga maupun industri,” ujar Denny Tondano dalam keterangannya di Batam Centre.

Di samping itu, Denny juga meluruskan kekhawatiran publik terkait pasokan air bersih pada kawasan strategis Nongsa Digital Park (NDP). Ia meluruskan bahwa operasional NDP tidak bergantung secara penuh pada keberadaan Waduk Nongsa. Pasokan utama kawasan pusat data dan teknologi tersebut disuplai langsung dari sistem jaringan Waduk Duriangkang, sedangkan Waduk Nongsa hanya difungsikan sebagai sumber penunjang (support system).

Guna mengantisipasi krisis air baku jangka panjang seiring meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan kawasan industri, BP Batam secara paralel terus memperkuat infrastruktur air minum secara berkelanjutan. Pada tahun ini, BP Batam tengah merealisasikan pembangunan IPA baru berkapasitas 50 liter per detik di kawasan Sei Ladi, yang dibarengi dengan perluasan jangkauan jaringan pipa distribusi.

Tidak hanya berpatokan pada waduk resapan air hujan, BP Batam juga mulai mengeksplorasi potensi sumber air alternatif di luar waduk konvensional. Salah satu teknologi futuristik yang tengah dikembangkan adalah Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yaitu metode pengolahan dan desalinasi air laut menjadi air tawar yang layak dikonsumsi. Penguatan sistem interkoneksi antarwaduk se-Kota Batam pun terus ditingkatkan agar fleksibilitas dan stabilitas distribusi air bersih makin terjamin di masa mendatang.

Menutup keterangannya, Denny mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam mengonsumsi air bersih selama kondisi iklim belum menentu. Sikap hemat air dan kesadaran memeriksa jaringan perpipaan mandiri menjadi kunci penting kelangsungan pasokan air di Kota Batam.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan tidak menggunakan air secara berlebihan, memastikan tidak ada kebocoran, dan menghindari pemborosan. Penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan air bagi seluruh masyarakat Batam,” pungkas Denny.

Komentar