BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

BP Batam International Football Festival 2026

Batam, BP Batam, Headline7556 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi inspirasi bagi lahirnya talenta muda dari Kepulauan Riau. Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan antara Pembina BP Batam International Football Festival sekaligus Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam. Keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda, namun mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi berkelanjutan. “Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Ramadhan Sananta turut memberikan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya. “Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” katanya. Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

Festival ini dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif. Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak pariwisata olahraga, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi modern dan berdaya saing. Dengan posisi strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini. “Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Batam tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kreativitas lokal. “Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menilai festival ini memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari geliat UMKM hingga perluasan jejaring internasional. “Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutupnya.

Komentar