Dailykepri.com | Batam – PT Air Batam Hilir (ABH) menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan kebocoran pipa distribusi utama di Simpang Kepri Mall, depan Informa, Kamis (11/6/2026).
Jalur pipa ini berperan penting dalam menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah pelayanan SPAM Batam.
Corporate Communication (Corcom) PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah Lubis dalam keterangannya menerangkan kebocoran awal terjadi pada jalur pipa utama dan telah diperbaiki oleh tim teknis ABH pada Senin, 8 Juni 2026. Namun, pada Rabu, 10 Juni 2026, kebocoran kembali muncul di lokasi yang sama. Berdasarkan evaluasi teknis sementara, penyebab utama berasal dari kondisi tanah di sekitar area pipa yang masih lembek dan labil akibat rembesan air sebelumnya. Tanah yang belum stabil menyebabkan pergeseran pada badan pipa dan konstruksi penahan (thrust block), sehingga sambungan pipa bergeser dan memicu kebocoran ulang.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, ABH memutuskan menerapkan metode perbaikan yang lebih komprehensif untuk memastikan keandalan sistem distribusi air dalam jangka panjang. Tim teknis telah melakukan pabrikasi komponen perpipaan pengganti yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Setelah komponen siap, pekerjaan dilanjutkan dengan pengurasan air di area kebocoran agar petugas dapat bekerja dengan aman dan optimal.
Tahapan berikutnya adalah penyambungan pipa hasil pabrikasi ke jaringan eksisting, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam. Setelah penyambungan selesai, tim akan memperkuat sistem perpipaan dengan pemasangan penahan tambahan di belakang thrust block beton pada pipa Tee DN 800 mm. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan stabilitas konstruksi dan mengurangi risiko pergeseran pipa di masa mendatang.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan, ABH juga menyiapkan rencana relokasi sebagian jalur pipa di area tersebut sebagai solusi jangka panjang untuk meminimalkan potensi gangguan serupa. Setelah seluruh pekerjaan selesai, aliran air akan dibuka secara bertahap dan dilakukan pengujian selama dua jam untuk memastikan sambungan aman dan tidak terdapat kebocoran lanjutan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi normal, distribusi air akan kembali beroperasi penuh pada Kamis, 11 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, sebelum memasuki tahap pemulihan tekanan (recovery).
Dalam seluruh rangkaian pekerjaan, ABH menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi petugas maupun masyarakat sekitar.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan ini. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” ucap Ginda.
ABH berkomitmen menangani permasalahan ini secara menyeluruh, transparan, dan berkelanjutan. “Kami akan terus menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala hingga seluruh proses perbaikan selesai dan layanan distribusi air kembali normal,” tambahnya.











Komentar