Dailykepri.com | Batam – PT Air Batam Hilir (ABH) merampungkan pekerjaan perbaikan sistem kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Tuntasnya penanganan teknis tersebut menjadi penanda dimulainya proses pemulihan dan penormalan distribusi air minum secara bertahap kepada puluhan ribu pelanggan di berbagai kawasan Kota Batam yang sempat mengalami gangguan pengaliran maupun penurunan tekanan air.
Gangguan pasokan air bersih yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh adanya kendala fatal pada infrastruktur kelistrikan penunjang operasional IPAM Duriangkang. Sebagai fasilitas vital utama dalam pengerjaan pengolahan air bersih untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, terhentinya suplai daya listrik di instalasi tersebut secara langsung berdampak signifikan terhadap kontinuitas proses produksi dan distribusi air ke jaringan pipa pelanggan.
Manajemen PT Air Batam Hilir mengonfirmasi bahwa penanganan di lapangan membutuhkan durasi waktu yang lebih lama dari estimasi awal akibat kompleksitas kendala teknis yang dihadapi oleh tim di lokasi. “Dalam proses penanganannya, tim teknis PT Air Batam Hilir telah melakukan pekerjaan perbaikan sistem kelistrikan secara optimal. Kami memahami bahwa proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan karena terdapat beberapa kendala teknis yang dihadapi tim di lapangan,” ungkap manajemen PT Air Batam Hilir dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen menegaskan bahwa perusahaan memahami betul kesulitan dan keresahan yang dirasakan masyarakat akibat terganggunya kebutuhan air harian. Pernyataan ini sekaligus merespons langsung berbagai aspirasi serta keluhan pelanggan yang disampaikan melalui media massa seperti Radio Batam FM maupun kanal pengaduan resmi, di antaranya laporan dari warga Perumahan Renggali Nongsa, Taman Raya Tahap 2 dan Tahap 4, hingga Kawasan Hawai Garden Batam Centre.
Dampak gangguan kelistrikan IPAM Duriangkang sebelumnya tercatat meluas ke berbagai kawasan strategis, pemukiman, hingga pusat bisnis di Kota Batam. Wilayah-wilayah yang terdampak aliran kecil hingga terhenti sementara meliputi jalur Nagoya, Baloi, Bengkong, Sei Panas, Pelita, Jodoh, Seraya, Batu Ampar, Sengkuang, dan Batu Merah. Selain itu, gangguan juga melanda area Batam Centre, Dotamana, Taman Raya, Bandara, The Hills, Bukit Raya, Panorama, GIA, Bida Asri 3, Batu Besar, Polda, Symphony, Punggur, Kabil, serta kawasan pemukiman di sekitarnya.
Atas ketidaknyamanan yang dialami publik selama proses perbaikan darurat berlangsung, PT Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi atas pemahaman dari seluruh pelanggan. “Kami menyadari bahwa ketersediaan air merupakan kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, PT Air Batam Hilir berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan melakukan upaya optimal dalam menjaga keandalan sistem penyediaan air minum kepada seluruh pelanggan SPAM Batam. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan ini,” tegas pihak manajemen.
Meski pekerjaan perbaikan sistem kelistrikan telah selesai, PT Air Batam Hilir menjelaskan bahwa pemulihan aliran air di keran pelanggan tidak dapat terjadi secara instan atau serentak. Pasca-beroperasinya kembali unit pengolahan dan pompa, tim teknis terus memantau penormalan sistem distribusi secara bertahap. Pengisian kembali pipa-pipa jaringan yang sempat kosong membutuhkan durasi waktu untuk membendung dan mengalirkan kembali tekanan air secara konstan, khususnya bagi kawasan yang berada di ujung jaringan distribusi (end of line) maupun wilayah dengan elevasi tanah yang relatif tinggi.
Sebagai operator pengoperasian dan pemeliharaan SPAM Batam, PT Air Batam Hilir memastikan seluruh personel teknis tetap disiagakan guna mengawal proses pemulihan debit dan tekanan air hingga suplai air minum ke seluruh rumah tangga pelanggan kembali stabil sepenuhnya.










Komentar