Dailykepri.com | Batam – Audiensi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan keluarga di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rabu, 8/4/2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama OJK yang sebelumnya telah meluncurkan Buku Saku Perencanaan Keuangan Keluarga. Inisiatif tersebut sejalan dengan hasil studi OECD tahun 2023 yang menyatakan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan aspek strategis dalam mewujudkan keluarga yang mandiri dan berdaya. Kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara baik tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan kualitas keluarga dari aspek ekonomi.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepahaman untuk mendorong terbentuknya keluarga produktif melalui kelompok UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor). Melalui program tersebut, perempuan didorong untuk berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha produktif berbasis potensi lokal. Selain itu, OJK turut mendukung penguatan inklusi keuangan bagi pelaku usaha keluarga melalui akses permodalan dan pendampingan usaha, termasuk sinergi dengan berbagai lembaga dalam pemberdayaan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu diiringi dengan penguatan kapasitas usaha masyarakat. “Pelatihan tidak hanya difokuskan pada pengelolaan keuangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas produk, termasuk penerapan standar makanan yang mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Direktur Pengawas Perilaku Jasa Keuangan, Muhammad Lutfi turut menekankan pentingnya peran penyuluh KB sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat. “Penyuluh KB perlu dibekali pelatihan literasi keuangan sehingga dapat menjadi duta literasi di lapangan. Dengan demikian, mereka mampu mengedukasi keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan layanan keuangan, serta menghindari investasi ilegal,” jelasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina, menyambut baik pelaksanaan audiensi ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat pembangunan keluarga. Ia menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu kunci dalam menciptakan keluarga yang sejahtera dan berkualitas. “Dengan perencanaan keuangan yang baik, keluarga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup serta mendukung terwujudnya generasi yang unggul,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk menyusun dan membentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan formal dalam pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan keluarga ke depan. Melalui langkah ini, diharapkan sinergi antara OJK dan BKKBN semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya perempuan, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Penulis: Ignadia
Editor: Dewita











Komentar