Dailykepri.com | Batam – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tenggelamnya KM Batam Indah 9 di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Sekupang menuju Singapura pada Selasa pagi dilaporkan tenggelam sekitar pukul 06.35 WIB, hanya sepuluh menit setelah berlayar.
Seluruh awak kapal yang berjumlah delapan orang berhasil menyelamatkan diri. Mereka dievakuasi oleh MV Jal Kalp yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, kemudian dipindahkan ke LCT Ayu 68 sebelum diserahkan kepada KAL Mapor. Setelah proses evakuasi, para awak kapal dibawa ke Dermaga Kodaeral IV Batam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta memberikan keterangan awal mengenai kronologi peristiwa.
KSOP Khusus Batam bersama instansi terkait segera melakukan langkah penanganan darurat. Kapal Negara KN P 376 dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal, sekaligus melakukan pemantauan terhadap area tenggelamnya kapal. Koordinasi intensif dilakukan dengan KAL Mapor, LCT Ayu 68, serta unsur masyarakat dan nelayan sekitar. Selain memastikan keselamatan awak kapal, KSOP juga mengantisipasi potensi gangguan terhadap keselamatan pelayaran maupun pencemaran lingkungan akibat tenggelamnya kapal beserta muatannya.
Langkah lain yang ditempuh adalah pengumpulan data dan keterangan dari nakhoda serta awak kapal sebagai bahan investigasi lebih lanjut. KSOP juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Services (VTS) Batam untuk memantau lalu lintas pelayaran dan menyampaikan peringatan navigasi secara berkala melalui VHF Channel 16 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Prioritas utama saat ini adalah keselamatan awak kapal dan pengamanan lokasi tenggelamnya KM Batam Indah 9. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan penyebab pasti masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang,” ujar Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, S.T., M.M.T.
KSOP menegaskan akan terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk menjaga keamanan pelayaran serta mengantisipasi dampak yang mungkin timbul. Pihaknya juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar penanganan pascakejadian berjalan efektif dan tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan jalur internasional strategis.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat TSS Selat Malaka dan Selat Singapura adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. KSOP Batam memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar, termasuk pemeriksaan kesehatan awak kapal dan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya KM Batam Indah 9.











Komentar