BP Batam Dorong Energi Angin, Siapkan Batam Jadi Kota Industri Hijau

Batam, BP Batam, Headline7569 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengarahkan pengembangan Batam sebagai pusat industri energi hijau di wilayah barat Indonesia seiring meningkatnya tren investasi energi terbarukan global.

Langkah tersebut mulai terlihat saat Deputi Investasi BP Batam, Farry Francis, mengunjungi proyek Tennet 2GW HVDC Project milik McDermott Indonesia di Batuampar, Kamis lalu.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Proyek tersebut menjadi perhatian karena merupakan proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama yang dikerjakan di Indonesia sebagai bagian dari rantai industri renewable energy global.

Menariknya, proyek energi angin berskala internasional itu justru dikerjakan di Batam, kota industri pesisir yang selama ini belum memanfaatkan energi angin sebagai sumber listrik meski memiliki potensi cukup besar.

Farry Francis mengatakan BP Batam melihat momentum tersebut sebagai peluang besar untuk mengubah arah industri Batam menuju sektor energi hijau.

“Batam harus mengambil posisi sebagai green industrial execution hub di wilayah barat Indonesia,” kata Farry kepada Batam Pos, Sabtu (10/5).

Menurut dia, keberadaan proyek offshore wind tersebut membuktikan Batam memiliki kemampuan industri yang siap masuk ke sektor energi hijau global, mulai dari fabrikasi, engineering, hingga rantai pasok industri.

Ia berharap keberhasilan McDermott dapat memicu perusahaan lain di Batam ikut mengembangkan sektor energi terbarukan, terutama industri galangan kapal dan industri pesisir.

“Keberhasilan proyek offshore wind ini membuktikan Batam punya kapasitas industri untuk masuk ke rantai energi terbarukan global,” ujarnya.

Farry mengungkapkan minat investor terhadap green investment di Batam mulai meningkat. Tidak hanya di sektor energi angin, tetapi juga pengembangan solar ecosystem, green manufacturing, semikonduktor, hingga data center hijau.

Karena itu, BP Batam mengaku siap memberikan berbagai kemudahan bagi investor yang ingin mengembangkan industri energi hijau di Batam, mulai dari sisi regulasi, percepatan perizinan, hingga dukungan kawasan industri.

“Fokus kami bukan hanya menarik investasi, tetapi membangun ekosistem industri hijau yang terintegrasi,” katanya.

Lebih jauh, BP Batam juga mulai menyiapkan arah pembangunan jangka panjang agar Batam tidak hanya menjadi lokasi produksi proyek energi hijau untuk pasar internasional, tetapi juga mulai menggunakan energi hijau di kawasan industrinya sendiri.

“Roadmap Batam ke depan bukan sekadar memproduksi proyek energi hijau untuk dunia, tetapi juga menjadikan Batam sebagai kawasan industri yang mulai menggunakan energi hijau itu sendiri,” tegas Farry.

Di tengah meningkatnya tren investasi hijau global, Batam dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat industri energi terbarukan di wilayah barat Indonesia karena didukung posisi strategis, kawasan industri lengkap, dan akses langsung ke jalur perdagangan internasional.

Komentar