Realisasi Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun di Semester I 2026

Capaian Capai 55 Persen Target Tahun Ini dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja di Bawah Kepemimpinan BP Batam

Batam, BP Batam, Headline20 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Realisasi investasi di Kota Batam terus mencatatkan tren pertumbuhan positif hingga menembus angka Rp38,97 triliun berdasarkan pemantauan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Semester I 2026. Capaian impresif ini menjadi kado penting dalam momentum refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di mana Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kawasan strategis investasi utama dan gerbang ekonomi Indonesia menuju kawasan Asia Tenggara.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan iklim investasi diarahkan pada kemudahan berusaha, percepatan pelayanan publik, serta kepastian regulasi. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), nilai investasi Batam pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp29,89 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun. Angka LKPM ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 27,31 persen secara year-on-year dan 62,75 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Dengan target total investasi Batam sebesar Rp70 triliun pada 2026, capaian LKPM tersebut telah memenuhi 42,70 persen dari target tahunan. Sementara itu, berdasarkan perhitungan bottom-up BP Batam—yang mencakup modal tetap sebesar Rp36,58 triliun dan modal lancar Rp2,39 triliun—realisasi tersebut telah mencapai 55,67 persen dari target tahun 2026.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor. Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam keterangan resminya.

Geliat investasi yang kian bergairah ini memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Batam. Jumlah tenaga kerja terdaftar mengalami kenaikan signifikan sebesar 32,16 persen, yakni dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026. Penambahan sebanyak 9.964 tenaga kerja baru ini mengindikasikan bahwa ekspansi industri dan proyek investasi yang masuk berbanding lurus dengan pembukaan ruang lapangan kerja di sektor riil.

Manajemen BP Batam menilai tingginya realisasi investasi harus diimbangi dengan perbaikan kualitas ekosistem kemudahan berusaha secara berkelanjutan agar para investor mendapatkan kepastian sejak tahap awal perizinan hingga masa operasi proyek.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor. Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi,” tegas Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Ke depan, fokus pengembangan investasi Batam tidak hanya mengincar kuantitas angka, melainkan juga penguatan investasi berteknologi tinggi dan memiliki nilai tambah tinggi (high value-added). Sektor-sektor masa depan seperti manufaktur canggih, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence), energi terbarukan, hingga industri hilirisasi dan logistik menjadi prioritas utama.

“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia. Kami akan terus mengawal implementasi berbagai proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera memberikan dampak terhadap perekonomian,” jelas Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis.

Optimisme tinggi terus diusung BP Batam untuk melampaui target investasi Rp70 triliun hingga penghujung tahun 2026. Sinergi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat diyakini menjadi modal utama dalam menjaga daya saing Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar