TPK Batu Ampar Bertransformasi Jadi Gerbang Logistik Internasional

Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Logistik Batam-Shanghai hingga 50 Persen

Batam, BP Batam, Headline7939 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar di Batam kini bertransformasi menjadi gerbang logistik berstandar internasional. Modernisasi infrastruktur, penguatan sistem operasional, serta peningkatan kualitas layanan berhasil mendongkrak produktivitas dan memperkuat konektivitas pelayaran global dari Batam.

Pengembangan terminal ini dikelola oleh PT Batam Terminal Petikemas (BTP) bersama mitra kerja sama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT), dengan dukungan investasi sekitar USD 85 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembaruan peralatan bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan, peningkatan kapasitas terminal, serta digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa penataan ulang TPK Batu Ampar merupakan bagian dari rencana strategis BP Batam untuk membangun ekosistem logistik kompetitif di Asia Tenggara. “Pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi sebagai komitmen mewujudkan sistem logistik modern dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan tujuan investasi utama,” ujarnya.

Transformasi ini langsung tercermin pada indikator operasional. Produktivitas bongkar muat kargo meningkat dari 18 BCH menjadi 24 BCH atau naik 33 persen. Kinerja penanganan kapal melonjak dari 12 BSH menjadi 40 BSH, sementara waktu putar kapal berhasil dipangkas 65 persen dari rata-rata 20 jam menjadi hanya 7 jam. Waktu tunggu kapal juga turun 57 persen dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.

Sepanjang Januari–Mei 2026, arus peti kemas mencapai 221.183 TEUs, dengan ekspor menyumbang 71.930 TEUs atau 32,5 persen. Peningkatan ini menunjukkan geliat positif sektor manufaktur dan perdagangan di Batam.

Selain itu, konektivitas pelayaran internasional semakin kuat melalui skema direct call. Frekuensi layanan kapal berkapasitas 1.200–2.000 TEUs meningkat dari 6–7 kali menjadi 10–13 kali per bulan. Efisiensi ini berdampak langsung pada biaya logistik. Rute Batam–Shanghai kini hanya membutuhkan biaya USD 650–800 per kontainer 20 kaki, lebih murah dibandingkan skema lama melalui Singapura yang mencapai USD 950–1.100. Penghematan hingga USD 300 per kontainer sekaligus memotong waktu tempuh menjadi delapan hari.

Dari sisi maskapai pelayaran, efisiensi waktu sandar hemat hingga 17 jam per kapal mampu menekan biaya operasional armada hingga USD 3.800 per kunjungan. BP Batam juga tengah menyiapkan digitalisasi sistem pembayaran langsung (Direct Billing) untuk meningkatkan transparansi dan mempercepat administrasi.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menegaskan bahwa indikator positif ini menunjukkan peta jalan pengembangan TPK Batu Ampar berada di jalur yang tepat. Sementara Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, memastikan komitmen BTP dan BACT untuk menjaga keberlanjutan produktivitas melalui adopsi teknologi digital serta rencana perluasan terminal dan pengerukan kolam pelabuhan.

BP Batam optimistis langkah strategis ini akan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional sekaligus mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional.

Komentar