Dailykepri.com | Batam – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan penuh khidmat melalui upacara yang dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Victor Palimbong, pada Senin, 29 Juni 2026.
Acara ini tidak hanya menjadi momentum peringatan tahunan, tetapi juga sarana memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan silaturahmi seluruh jajaran pegawai sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan di lingkungan BKKBN Kepri.
Dalam upacara tersebut, Victor membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji. Menteri menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, terutama di tengah tantangan Era VUCA yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Menurutnya, momentum bonus demografi yang sedang dialami Indonesia harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas keluarga melalui penguatan tiga pilar utama: kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak sejak dini.
“Kita harus menuntaskan stunting, memperkuat pendidikan karakter di rumah, serta menjadikan keluarga sebagai pelabuhan emosional yang mampu membentuk anak-anak yang tangguh dan adaptif menghadapi perubahan zaman,” kutip Victor dari sambutan Menteri.
Menteri juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Kehadiran ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional agar anak memperoleh kasih sayang, teladan, dan rasa aman dalam keluarga.
Selain itu, keluarga diharapkan mampu mengendalikan penggunaan teknologi digital agar tidak mengurangi kualitas interaksi antaranggota keluarga. Rumah harus tetap menjadi ruang yang hangat untuk berdialog, saling mendengar, dan membangun karakter generasi penerus bangsa.
Victor menambahkan bahwa pesan Harganas tahun ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, ketika perkembangan teknologi membawa kemudahan sekaligus tantangan bagi kehidupan keluarga.
“Di satu sisi, era digitalisasi membawa kemajuan, namun di sisi lain menghadirkan tantangan baru yang perlu diwaspadai bersama. Saat ini anggota keluarga cenderung lebih banyak berinteraksi dengan layar daripada satu sama lain. Percakapan yang bermakna tergantikan oleh notifikasi, sementara kedekatan emosional perlahan tergerus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keluarga yang kuat di era digital adalah keluarga yang mampu mengelola teknologi secara bijaksana. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan batas waktu penggunaan gawai, membangun tradisi kebersamaan tanpa perangkat digital, serta menjaga ruang komunikasi yang hangat dan berkualitas.
Gerakan “Ayah Wajib Hadir” juga ditekankan bukan sekadar menghadirkan sosok ayah secara fisik, tetapi memastikan keterlibatan aktif dalam pengasuhan, menjadi teladan, membangun kepercayaan, serta memberikan perhatian konsisten terhadap tumbuh kembang anak.
Setelah Upacara Peringatan Harganas ke-33 dilakukan pemotongan tumpeng dan silaturahmi seluruh pegawai sebagai wujud rasa syukur dan komitmen bersama untuk terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas tahun 2045
Peringatan Harganas tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga pengingat bahwa keluarga adalah pusat pembentukan karakter bangsa, tempat lahirnya generasi yang sehat, berpendidikan, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.











Komentar