Dailykepri.com | Batam – Kontingen Tapak Suci Sport Academy berhasil keluar sebagai juara umum dalam kejuaraan King of Silat Championship Open I Kepri yang memperebutkan Piala Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, di Mall Botania 2, Batam Centre. Ajang bergengsi yang berlangsung selama tiga hari pada 2 hingga 4 September tersebut diikuti oleh sebanyak 1.091 atlet dari 91 kontingen yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau, Riau, hingga Sumatera Utara.
Dominasi Tapak Suci Sport Academy dibuktikan melalui perolehan total 31 medali emas, 23 perak, dan 11 perunggu di berbagai kategori. Selain mengukuhkan juara umum, kejuaraan ini juga menobatkan lima pesilat terbaik dari berbagai tingkatan, yaitu Naurah Zahira Azalia, Julio Ramadhan Putra, Khayla Khairunnisa Pradita, Martin Siringo-Ringo, dan Wahyu Pranata, setelah melalui babak kualifikasi hingga final yang berlangsung sengit di arena pertandingan.
Pelaksana kegiatan, Didi Suryadi bersama Syahrul Gunawan, menjelaskan bahwa kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan sarana pengenalan pencak silat bagi generasi muda serta wadah mempererat tali silaturahmi antarperguruan. Secara khusus, pihak panitia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada jajaran manajemen Mall Botania 2 yang telah memfasilitasi tempat dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Mall Botania 2 yang telah menyediakan tempat dan memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini berfokus pada pengenalan silat ke generasi muda sekaligus silaturahmi, dan akan menjadi agenda tahunan resmi dari IPSI Kepri,” ujar Didi.
Dukungan positif atas terlaksananya gelaran ini turut disampaikan oleh Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia Kepri, Sugianto. Ia menilai keberadaan kejuaraan secara rutin sangat krusial untuk melahirkan bibit-bibit pesilat berprestasi dari Kepulauan Riau sekaligus membentuk mental disiplin, sportivitas, dan keberanian pada atlet muda.
“Saya menyambut baik kegiatan ini. Semoga nantinya kegiatan serupa dapat terus terlaksana dan ditiru oleh perguruan-perguruan pencak silat lainnya di Kepri. Kami ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Iman Sutiawan yang sudah mendukung dan turut melestarikan bela diri asli Indonesia, serta menyokong para atlet untuk terus semangat dan berprestasi,” tutur Sugianto.
Rangkaian pertandingan di ajang ini mencakup kategori usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa. Pada kategori usia dini tingkat sekolah, Sekolah Attaubah meraih juara pertama dengan tujuh emas, delapan perak, dan dua perunggu, disusul SDN 004 Tanjungpinang Timur dan SD Muhammadiyah Sagulung. Untuk kategori usia dini tingkat perguruan, Tapak Suci Sport Academy tampil perkasa di posisi puncak dengan koleksi 20 emas, 11 perak, dan delapan perunggu.
Pada kategori pra-remaja tingkat sekolah, Sekolah Islam Andalusia menduduki peringkat pertama, sedangkan di kategori pra-remaja tingkat perguruan kembali dipimpin oleh Tapak Suci Sport Academy. Beralih ke kategori remaja pemasalan perguruan, Tapak Suci Pimda 219 Karimun keluar sebagai pemenang utama. Sementara itu, SMKN 1 Batam sukses mengawinkan gelar juara pertama di kategori remaja pemasalan sekolah dan remaja prestasi tingkat sekolah. Untuk kategori remaja prestasi tingkat perguruan, posisi tertinggi diraih oleh PSHT Riau.
Pada persaingan kategori dewasa, Universitas Maritim Raja Ali Haji berhasil menyabet peringkat pertama setelah mengumpulkan dua emas, empat perak, dan satu perunggu. Posisi berikutnya ditempati oleh Gadepu Batam dan SMAN 1 Batam.
Torehan manis sebagai juara umum disambut haru oleh jajaran pengurus dan pembina kontingen pemenang. Pembina Tapak Suci Sport Academy, Wulan Ramadhani, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah manis dari konsistensi latihan serta kerja keras para atlet muda di lapangan.
“Kami sangat bersyukur dengan torehan prestasi yang diraih oleh anak didik kami. Alhamdulillah, anak-anak kami juga banyak diterima di sekolah favorit melalui jalur prestasi,” kata Wulan. Kejuaraan ini membuktikan bahwa gelanggang pencak silat tidak hanya menjadi tempat menentukan pemenang, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan persaudaraan bagi para atlet di Kepulauan Riau.











Komentar