Dailykepri.com | Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama PT PLN menargetkan enam pulau di wilayah tersebut dapat menikmati listrik 1×24 jam pada tahun ini melalui program Kepri Terang. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, PLN akan membangun sistem Hybrid PLTS+baterai pada enam pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang saat ini bebannya hanya 50 persen dari kapasitas terpasang.
“Untuk lokasi pastinya kita belum tahu, karena sedang ditelaah oleh PLN,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Sabtu, 25/4/2026.
Ansar menambahkan salah satu lokasi yang segera menikmati listrik penuh tahun ini adalah Pulau Air Raja di Kelurahan Subang Mas, Kecamatan Galang, Kota Batam. Ia menegaskan Pemprov Kepri terus berkoordinasi dengan PLN untuk merealisasikan pemasangan listrik 24 jam, terutama di pulau-pulau kecil berpenghuni yang belum mendapatkan penerangan.
Hal ini, kata Ansar, merupakan bagian dari upaya mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen. “Saat ini rasio elektrifikasi di Kepri telah mencapai 98 persen,” ucapnya.
Selain itu, Pemprov Kepri bersama PLN juga tengah membahas program bantuan pasang baru listrik (BPBL) gratis untuk masyarakat di tujuh kabupaten/kota. Program ini didukung APBN, APBD, serta aspirasi DPRD Kepri. “Tahun ini BPBL ditargetkan menyasar 1.400 rumah tangga se-Kepri,” jelas Ansar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program Kepri Terang sangat bergantung pada dukungan PLN. “Apalagi Kepri ini wilayah kepulauan, tentu tidak mudah untuk menerangi pulau-pulau kecil dengan listrik,” katanya.
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto menyambut baik kerja sama tersebut. “Program Kepri Terang sangat bagus dan terbukti punya manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari pendidikan sampai ekonomi,” ujarnya.












Komentar