Dailykepri.com | Batam – Di balik gemerlapnya Batam dan teduhnya Tanjungpinang, sosok Irjen Pol Asep Safrudin menorehkan jejak kepemimpinan yang membekas. Pria kelahiran Bogor, 15 Juni 1969 ini bukanlah orang baru di dunia kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993 ini memulai kariernya dari bawah, meniti setiap jenjang jabatan dengan dedikasi yang tak pernah surut.
Perjalanan karier Asep Safrudin diwarnai berbagai penugasan strategis, baik di tingkat kewilayahan maupun di Mabes Polri. Ia pernah menjabat sebagai Kasat III Ditnarkoba Polda Metro Jaya pada 2010, Kapolres KP3 Tanjung Priok pada 2011, Kapolres Bogor pada 2012, dan Kapolresta Barelang pada 2014. Pengalaman di bidang reserse narkoba juga ia dapatkan saat menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Banten pada 2016.
Namun, panggilan untuk memimpin Kepulauan Riau datang pada awal 2025. Setelah sebelumnya dipercaya sebagai Wakapolda Kepri, Asep Safrudin resmi dilantik sebagai Kapolda Kepulauan Riau pada 31 Januari 2025. Sejak saat itu, ia mulai menorehkan warna baru dalam kepemimpinan Polri di wilayah perbatasan yang kaya akan budaya Melayu ini.
Salah satu ciri khas kepemimpinan Asep Safrudin di Polda Kepri adalah penekanannya pada pelayanan yang cepat, humanis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini tercermin dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Natuna pada 29 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kehadiran Polri harus mampu membawa solusi dan menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan berkeadilan.
“Polri harus terus hadir di tengah masyarakat. Setiap kehadiran personel di lapangan harus mampu membawa solusi, memberikan manfaat nyata, serta menjawab kebutuhan dan permasalahan masyarakat secara cepat, tepat, humanis dan berkeadilan,” tegas Asep Safrudin.
Bukan hanya sekadar retorika, komitmen tersebut diwujudkan dalam aksi nyata. Dalam kunjungan yang sama, Asep Safrudin bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, Ny. Detta Asep Safrudin, menyerahkan bantuan sosial kepada 36 penerima di Gedung Catur Prasetya Polres Natuna. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, wartawan, anak-anak stunting, anak panti asuhan, serta anak-anak SLB. Program bedah rumah juga digulirkan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan tempat tinggal yang layak.
“Kehadiran Polri harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Asep Safrudin menegaskan prinsip kepemimpinannya.
Di bawah kepemimpinan Asep Safrudin, Polda Kepri tidak hanya fokus pada pelayanan masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam penegakan hukum. Pada 16 Juli 2026, ia bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Jehezkiel Devy Sudarso, membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Tahun Anggaran 2026.
Dalam forum tersebut, Asep Safrudin menekankan bahwa profesionalisme penyidik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan Kejaksaan. Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum membutuhkan kerja sama yang kuat antara penyidik dan penuntut umum agar setiap perkara dapat diselesaikan secara profesional serta memberikan kepastian hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.
“Rakernis dan forum silaturahmi ini merupakan upaya Polda Kepri untuk meningkatkan kemampuan teknis para penyidik sekaligus mempererat silaturahmi, koordinasi, dan sinergi dengan jajaran Kejaksaan,” ujar Asep Safrudin.
Kepemimpinan Asep Safrudin juga tercermin dalam komitmennya menjaga soliditas organisasi. Pada 8 Mei 2026, ia memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) Polda Kepri. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa jabatan merupakan amanah dan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta profesionalisme.
“Upacara serah terima jabatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar sebagai bentuk komitmen Polda Kepri dalam menjaga soliditas organisasi serta meningkatkan kinerja institusi Polri yang Presisi di wilayah hukum Polda Kepri,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricilia.
Sebagai wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri dalam penegakan hukum. Di bawah kepemimpinan Asep Safrudin, Polda Kepri memperkuat kerja sama dengan kepolisian Malaysia untuk menghadapi kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang, narkotika, penyelundupan, serta pertukaran informasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Asep Safrudin tidak hanya fokus pada penanganan perkara di dalam negeri, tetapi juga membangun jaringan kerja sama internasional untuk menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang semakin kompleks.
Puncak karier Asep Safrudin di Polda Kepri akhirnya tiba pada awal Oktober 2026. Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, ia resmi ditugaskan sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, menggantikan Komjen Pol Syahardiantono.
Penunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian mutasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri pada awal Oktober 2026. Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, menjelaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus pembinaan karier dan pemenuhan kebutuhan organisasi.
“Mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier dan pemenuhan kebutuhan organisasi. Setiap amanah jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan profesionalisme,” ujarnya.
Nona juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Asep Safrudin selama memimpin Polda Kepri. “Atas nama keluarga besar Polda Kepri, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi Irjen Pol Asep Safrudin selama memimpin Polda Kepri. Selamat menjalankan amanah sebagai Kabareskrim Polri,” katanya.
Posisi Kapolda Kepri selanjutnya diisi oleh Irjen Pol Suhendri, yang sebelumnya menjabat Teknisi Jibom Utama Tk.I Korbrimob Polri. Polda Kepri memastikan pergantian pimpinan tersebut tidak mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kepulauan Riau.
Perjalanan Irjen Pol Asep Safrudin dari seorang perwira lulusan Akpol 1993 hingga dipercaya memimpin Badan Reserse Kriminal Polri adalah bukti nyata bahwa dedikasi, integritas, dan kepemimpinan yang humanis akan selalu mendapat tempat di institusi Polri. Selama memimpin Polda Kepri, ia tidak hanya menorehkan prestasi dalam penegakan hukum, tetapi juga meninggalkan warisan kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat.
Dari Bumi Melayu Kepulauan Riau, Asep Safrudin melangkah ke panggung nasional dengan membawa semangat yang sama: Polri harus hadir di tengah masyarakat, membawa solusi, dan memberikan manfaat nyata. Selamat menjalankan amanah baru, Irjen Pol Asep Safrudin. Semoga semakin mengukir prestasi untuk Indonesia yang lebih baik.











Komentar