Rakorda Bangga Kencana Kepri 2026 Hasilkan Rumusan Program, Soroti PJPK dan MBG 3B

Batam, Headline7867 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau menggelar diskusi panel dalam Rakorda Bangga Kencana 2026 di Kantor BKKBN Kepri, Batam (05/03). Tema yang diangkat adalah “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid meeting ini dihadiri oleh Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal Siregar, SE., MM; Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Ir. Raja Rafiza, ST., MM; Ketua Komisi I DPRD Karimun, H. Anwar, SH., M.MP; anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lingga, Yanuar, ST; OPD KB se-Kepulauan Riau; Barenlitbang se-Kepulauan Riau; serta jajaran pemerintah daerah dan mitra kerja lainnya dengan jumlah peserta mencapai 150 orang.

Diskusi dipandu oleh Ketua Juang Kencana Provinsi Kepri, Muhammad Dali, MM, dengan narasumber dari Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Ketua Pokja III Ir. Kartika Kusumastuti; Kasipers Kasrem 033/WP Kolonel Inf. Gambuh Sri Karyanto; Kabidokes Kombes Pol drg. Muhammad Zakir, SH., QHIA; serta Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Barenlitbang Provinsi Kepri, Nur Aisyah Fatmasari, SE., MM.

Ir. Kartika Kusumastuti menjelaskan peran PKK dalam pelaksanaan program Bangga Kencana dan rencana aksi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Kepri. “TP PKK se-Kepulauan Riau mendukung penuh program Bangga Kencana dan pelaksanaan PJPK di Kepri dalam wujud aksi nyata di daerah,” ujarnya.

Diskusi menghasilkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, stakeholder, dan mitra kerja lainnya. Transformasi kementerian dipandang sebagai wujud penguatan peran strategis Kemendukbangga/BKKBN dalam mengelola bonus demografi. Keluarga disebut sebagai hulu dan hilir pembangunan nasional, sehingga seluruh intervensi kebijakan perlu berbasis keluarga dengan penguatan Satu Data Keluarga Indonesia. Pembangunan keluarga menjadi strategi fundamental dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui optimalisasi 8 Fungsi Keluarga sebagai basis pembentukan karakter dan kualitas hidup.

PJPK menjadi landasan transformasi menuju Indonesia Emas 2045. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Rohina, M.Si menegaskan bahwa PJPK merupakan atensi khusus Kemendukbangga/BKKBN. “Pemanfaatan PJPK akan selalu dievaluasi oleh Kemendagri dan Kemendukbangga/BKKBN, untuk selanjutnya digunakan sebagai kompas strategi dalam mewujudkan pembangunan kependudukan yang terpadu, terukur, dan berkualitas,” jelasnya.

Pembangunan keluarga juga menjadi strategi nasional melalui Program Presiden Makan Bergizi Gratis (MBG3B) dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Kader Pendamping Keluarga berperan sebagai garda terdepan memastikan program ini tepat sasaran, sementara Penyuluh KB dan PLKB memastikan data akurat serta mengedukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga.

Selain itu, diskusi menekankan pentingnya dukungan kemitraan pada program prioritas presiden dan tata kelola kelembagaan daerah. Salah satunya melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang menjadi prioritas pencegahan stunting. Program Aman Sehat Resik Indah (ASRI) juga didorong untuk memperkuat kesadaran masyarakat, dimulai dari keluarga, dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan, serta membangun hidup sehat dan tertib.

Komentar