Dailykepri.com | Agam — Nagari Creative Hub (NCH) Koto Tangah bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menggelar rangkaian kegiatan pelestarian seni dan budaya di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, ini menjadi wadah untuk mengenalkan, melestarikan, sekaligus mempromosikan berbagai potensi budaya yang dimiliki Nagari Koto Tangah.
Nagari Koto Tangah merupakan salah satu Nagari Creative Hub di Sumatera Barat yang memiliki beragam potensi seni, budaya, kuliner tradisional, serta warisan budaya yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian acara tersebut, di antaranya workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional khas Nagari Koto Tangah, pameran keliling museum budaya dan seni, pertunjukan seni dan budaya, serta pelatihan pasambahan bagi generasi muda yang dilanjutkan dengan makan bajamba.
Pameran kuliner tradisional menghadirkan sejumlah makanan khas Nagari Koto Tangah, di antaranya timbaba dan galu-galu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus menggali potensi kuliner tradisional yang ada di Nagari Koto Tangah agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Selain kuliner, pertunjukan seni dan budaya juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pertunjukan menampilkan bakat dan kreativitas anak Nagari Koto Tangah melalui berbagai kesenian tradisional. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk tampil, berkarya, dan ikut menjaga keberlangsungan seni budaya Minangkabau.
Sementara itu, pelatihan pasambahan ditujukan kepada generasi muda agar mereka lebih mengenal dan memahami adat serta budaya Minangkabau. Pasambahan merupakan bagian penting dalam berbagai kegiatan adat dan acara di Minangkabau, termasuk dalam kehidupan masyarakat Nagari Koto Tangah. Melalui pelatihan ini, generasi muda diharapkan dapat memahami sekaligus meneruskan tradisi tersebut kepada generasi berikutnya.
Tidak hanya seni dan kuliner, Nagari Koto Tangah juga memiliki potensi warisan budaya berupa rumah adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Salah satunya adalah Rumah Gadang Datoek Batoeah yang berada di kawasan Jorong Koto Malintang. Keberadaan rumah adat tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dan dikaji lebih lanjut sebagai bagian dari upaya pelestarian serta pengusulan cagar budaya.
Wali Nagari Koto Tangah, Amrizal Gunawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat atas dukungan dan pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Nagari Koto Tangah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melestarikan seni dan budaya yang ada, tetapi juga dapat memperkenalkan berbagai potensi Nagari Koto Tangah, mulai dari kuliner tradisional, kesenian, hingga warisan budaya yang kami miliki,” ujar Amrizal Gunawan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Medan Nan Bapaneh Nagari Koto Tangah dan Rumah Gadang Datuk Batuah. Antusiasme masyarakat dan generasi muda dalam mengikuti kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Nagari Creative Hub Koto Tangah, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, pemerintah nagari, pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat, diharapkan berbagai warisan budaya Nagari Koto Tangah dapat terus hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang. (*/Vania)











Komentar