Dailykepri.com | Batam – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau resmi menggandeng SMK Negeri 2 Batam untuk menyelenggarakan program pelatihan bertajuk SMK go Global. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia yang handal, berkompeten, dan siap diberangkatkan ke berbagai negara tujuan. Pembukaan kegiatan pelatihan ini dilangsungkan di SMKN 2 Batam pada Rabu, 30 September 2026, yang turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhono.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau, Kombes Pol Imam Riyadi, menjelaskan bahwa penunjukan SMKN 2 Batam sebagai lokasi pelatihan didasarkan pada hasil peninjauan yang matang terhadap kesiapan sekolah, kelengkapan fasilitas, serta kemudahan akses. Ia menyebutkan bahwa pelibatan sekolah kejuruan dalam program ini merupakan sebuah terobosan penting yang digagas oleh kementerian baru di bawah naungan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo.
“Ini jadi sebuah terobosan, di mana SMK bisa kita berdayakan untuk membuat pelatihan. Kami juga melihat bagaimana kesiapan, fasilitasnya, bagaimana aksesnya. Ketika kami melihat kesiapan yang meyakinkan, sehingga kita menyiapkan SMK 2 ini untuk menjadi salah satu pelaksana program SMK go Global,” jelas Imam usai acara seremonial pembukaan.
Program pelatihan ini dirancang sebagai agenda jangka panjang hingga tahun 2029 dan menyasar masyarakat umum bersia produktif maksimal 35 tahun, baik lulusan SLTA sederajat maupun perguruan tinggi. Peserta yang mengikuti program ini sama sekali tidak dipungut biaya dan justru akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang dari pemerintah, mulai dari makan tiga kali sehari, uang saku pembinaan, hingga sertifikat kompetensi secara gratis. Imam menegaskan bahwa setelah menyelesaikan masa pelatihan, para peserta akan disalurkan ke negara tujuan penempatan seperti Turki dan negara-negara di kawasan Eropa, menyesuaikan dengan ketersediaan permintaan tenaga kerja yang masuk ke pihak kementerian.
Antusiasme masyarakat Kepulauan Riau terhadap program ini terbilang sangat tinggi, terbukti dari 90 persen kuota peserta yang langsung terisi oleh warga lokal. Sebelum menggandeng SMKN 2 Batam, pihak BP3MI Kepri juga telah lebih dulu membuka dua kelas serupa di Batam Tourism Politeknik dengan total 40 peserta. Saat ini, jumlah pendaftar secara keseluruhan telah menyentuh angka 500 orang, sehingga BP3MI berencana untuk mengajukan tambahan anggaran guna melampaui target awal kementerian yang hanya mematok 100 peserta pada bulan ini.
Selain bidang bahasa Inggris dan tata hidang yang sedang berjalan, kementerian juga terus berupaya memperluas cakupan pelatihan ke sektor lain yang memiliki permintaan tinggi di luar negeri, seperti bidang pengelasan, perkebunan, dan pertanian. Namun, rencana tersebut masih terkendala oleh minimnya keberadaan Lembaga Pelatihan Kerja di wilayah Kepulauan Riau yang secara khusus memiliki fasilitas dan kualifikasi untuk menangani sektor agrikultur tersebut.
Menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah, Kepala Sekolah SMKN 2 Batam, Rafio, menyatakan kesiapan penuh institusinya dalam mendukung dan menyukseskan program tersebut. Sekolah yang dipimpinnya akan berperan sebagai penyedia fasilitas utama, memanfaatkan sarana perhotelan dan kuliner yang telah dimiliki sekolah guna menunjang kelancaran praktik peserta selama kurang lebih dua bulan ke depan. Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari siswa, alumni, hingga masyarakat umum dari seluruh Kepulauan Riau akan difasilitasi penuh di lokasi ini, sementara struktur kurikulum dan instruktur pelatihan disiapkan sepenuhnya oleh pihak BP3MI.
“Alhamdulillah, SMK Negeri 2 dipercaya oleh BP3MI untuk melaksanakan kegiatan di sekolah kita. Salah satunya adalah pelatihan Bahasa Inggris dan Waiter. Kebetulan di sekolah kita ada fasilitas hotel, kita juga punya kuliner. Untuk itu, kami berterima kasih kepada Pimpinan BP3MI atas kepercayaan ini,” ungkap Rafio.
Ia berharap kolaborasi apik antara lembaga pendidikan vokasi dan kementerian ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Selain itu, ia juga menaruh harapan besar agar para alumni SMKN 2 Batam dapat lebih banyak dilibatkan dan diberangkatkan ke luar negeri melalui jalur resmi, sehingga mampu melahirkan tenaga kerja migran asal Kepulauan Riau yang berkualitas dan berdaya saing global.











Komentar