Gejolak Timur Tengah Tak Ganggu Penyelenggaraan Haji 2026

Dailykepri.com – Gejolak yang terjadi di Timur Tengah tidak memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Hal itu ditandai dengan tibanya kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi, pada Rabu 22 April 2026 pukul 07.30 Waktu Arab Saudi.

Sebanyak 389 jemaah asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan 360 jemaah dari Embarkasi Yogyakarta telah tiba dengan selamat. Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administratif, termasuk kepemilikan visa haji resmi, guna menghindari kendala saat tiba di Tanah Suci.

“Situasi di Timur Tengah tidak memengaruhi keberangkatan jemaah haji Indonesia. Kami tetap menyiapkan skenario alternatif, baik rute penerbangan maupun langkah darurat jika keamanan terancam,” ujar Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah mewakili koordinasi lintas instansi.

Koordinasi dilakukan bersama kementerian terkait, imigrasi, kepolisian, hingga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Tim PPIH di Madinah juga disiagakan untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang pertama. Pemerintah Arab Saudi turut mendukung melalui layanan fast track atau Makkah Route yang mempercepat proses keimigrasian.

Selain itu, pemerintah menyiapkan mekanisme pengganti atau jamaah cadangan untuk mengisi kursi kosong akibat faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat. Dengan kuota haji reguler Indonesia mencapai 203.320 orang, termasuk 10.166 kuota prioritas, langkah mitigasi ini dinilai penting.

Pemerintah mengingatkan bahwa keberangkatan kloter pertama menjadi awal rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini. Jemaah diimbau menjaga kesehatan, disiplin mengikuti arahan petugas, serta segera berkoordinasi apabila menghadapi kendala selama perjalanan maupun pelaksanaan ibadah.

Komentar