KJRI Johor Bahru Fasilitasi MoU Rp4,2 Miliar di TEI 2026, Perluas Ekspor Pangan ke Malaysia

TEI 2026: KJRI Johor Bahru Fasilitasi Kesepakatan Ekspor dan Investasi RI-Malaysia Senilai Rp4,2 Miliar

Headline, Nasional8878 Dilihat

Dailykepri.com | Tangerang – Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru memfasilitasi penandatanganan dua Nota Kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia dalam ajang Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Nilai total dari kedua kesepakatan bisnis tersebut mencapai lebih dari USD 234 ribu atau setara dengan Rp4,2 miliar.

Kerja sama bisnis tersebut terbagi dalam dua sektor utama, yakni kontrak pembelian produk pangan olahan Indonesia senilai USD 134.652 atau sekitar Rp2,4 miliar serta penjajakan kemitraan investasi dan pengembangan bisnis senilai USD 100.000 atau sekitar Rp1,8 miliar. Fasilitasi ini menjadi langkah konkret diplomasi ekonomi KJRI Johor Bahru dalam memperluas jangkauan pasar komoditas nasional di kawasan Malaysia.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Pada sektor perdagangan komoditas pangan, kesepakatan ditandatangani oleh CV Berkah Pangan Nusantara asal Sidoarjo, Jawa Timur, bersama MAW Global Trading dari Malaysia. Kerja sama ini mencakup komitmen ekspor tepung bumbu, aneka bumbu masakan, dan kondimen olahan asal Indonesia untuk memasok kebutuhan pasar konsumen di wilayah Johor dan Pahang.

Perwakilan MAW Global Trading, Ahmad Amirul Latepi, mengungkapkan optimismenya terhadap potensi pasar produk kuliner Nusantara di kawasan Semenanjung Malaysia bagian selatan dan pantai timur yang masih sangat terbuka luas. Menyikapi tingginya minat pasar, Direktur CV Berkah Pangan Nusantara, Ryza Sulistyanawati, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menjaga kontinuitas pasokan berkualitas tinggi secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, penandatanganan kesepakatan kerja sama investasi dan ekspansi bisnis disepakati oleh Ketua KADIN Kota Dumai, Zulfan Ismaini, bersama Presiden Malay Economic Development Chamber, Haji Zaini bin Atan. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup sektor minyak dan gas bumi, pengembangan kapasitas usaha terpadu, sertifikasi kompetensi tenaga kerja terampil, hingga promosi pariwisata dan wisata kesehatan.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, yang menyaksikan langsung prosesi penandatanganan menekankan pentingnya tindak lanjut nyata agar kesepakatan ini membuahkan dampak ekonomi secara langsung. “Realisasi tindak lanjut yang terukur merupakan kunci utama agar nota kesepahaman ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak. Kesepakatan ekspor pangan tidak hanya memperkuat posisi produk Indonesia di Johor dan Pahang, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi ekspansi pasar ke Melaka dan Negeri Sembilan. Di sisi lain, kolaborasi KADIN Dumai dan MEDC diharapkan mampu melahirkan kemitraan investasi baru di berbagai sektor prioritas,” ujar Sigit S. Widiyanto.

KJRI Johor Bahru menegaskan komitmennya untuk terus mengawal komunikasi berkala serta memfasilitasi pertemuan bisnis teknis susulan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perwakilan RI dalam memperkuat arus perdagangan bilateral dan memperkokoh kemitraan ekonomi Indonesia dan Malaysia di koridor selatan.

Komentar