KONI Batam Tegaskan Prestasi Atlet Berasal dari Pembinaan Daerah

Batam, Headline7671 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam menepis isu yang menyebut minimnya prestasi olahraga di daerah tersebut. Klarifikasi disampaikan menyusul pemberitaan yang menyoroti kinerja serta pengelolaan dana hibah KONI Batam, Rabu (1/4/2026).

Bidang Pembinaan Prestasi KONI Batam, Daroe Nugroho, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata. Ia menekankan pentingnya memahami bahwa pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota menjadi fondasi utama lahirnya prestasi nasional.

“Atlet Indonesia itu lahir dari daerah. Atlet Kepri juga berasal dari kabupaten/kota, dan Batam termasuk yang paling banyak berkontribusi. Jadi prestasi itu dibangun dari bawah,” ujarnya.

Daroe menyebut sejumlah cabang olahraga asal Batam telah menyumbangkan medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), di antaranya layar, taekwondo, ski air, dan dance sport. Kontribusi atlet Batam juga berlanjut di tingkat internasional, dengan dua atlet asal Batam meraih medali perak dan perunggu pada SEA Games.

“Cabor seperti layar, taekwondo, ski air, dan dance sport berhasil meraih medali emas. Itu kontribusi nyata dari atlet Batam,” jelasnya.

Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang didukung anggaran sesuai kebutuhan cabang olahraga. “Pembinaan ada di daerah. Di Batam, proses itu berjalan dan hasilnya bisa dilihat dari prestasi atlet,” tegas Daroe.

Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi KONI Batam, Dr. Fadlan, SH, MH, menekankan pentingnya penyampaian informasi berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Sejauh ini atas klaim ataupun pemberitaan yang beredar, harus didukung dengan informasi dan keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan, supaya tidak menimbulkan bias,” ujarnya.

Fadlan menambahkan bahwa KONI Batam terus menjalankan program pembinaan, termasuk melalui Pekan Olahraga Kota (Porkot) sebagai ajang peningkatan kualitas atlet. Ia juga menegaskan pengelolaan anggaran dilakukan hati-hati sesuai regulasi.

“Kita mengikuti pengelolaan keuangan dan pelaporan sesuai aturan negara. Kita juga berkaca dari kasus di daerah lain, sehingga sangat hati-hati dalam mengelola anggaran,” tegasnya.

Ia memastikan dana hibah disalurkan sesuai kebutuhan cabang olahraga guna mendukung pembinaan atlet secara optimal. “Anggaran benar-benar disalurkan sesuai kebutuhan cabor, agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Fadlan mengingatkan agar pemberitaan tidak bersifat opini tanpa dasar yang jelas. “Segala sesuatu harus bisa dibuktikan dengan klaim yang jelas. Jangan sampai opini justru menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap media dapat berperan sebagai penyampai informasi objektif sekaligus sarana edukasi publik.

“Pemberitaan seharusnya memberikan edukasi dengan menyampaikan fakta yang benar, bukan justru memunculkan informasi yang berpotensi hoaks,” tutupnya.

Komentar