Dailykepri.com | Batam – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memperkuat sinergi dengan Divisi M Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya dalam memfasilitasi pemulangan atau deportasi sebanyak 150 Warga Negara Indonesia / Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) ke Tanah Air. Rombongan dipulangkan melalui Pelabuhan Terminal Feri Pasir Gudang, Johor, usai merampungkan masa hukuman atas pelanggaran keimigrasian di Malaysia.
Deportasi gelombang ini menambah panjang rekam jejak pelaksanaan Program M besutan JIM Putrajaya, yang tercatat telah memulangkan total 4.008 WNI/PMI bermasalah sepanjang periode Desember 2024 hingga Oktober 2026.
Adapun 150 WNI yang dipulangkan terdiri atas 101 laki-laki dan 49 perempuan. Para deportan berasal dari empat Depot Tahanan Imigresen (DTI), yakni DTI Pekan Nenas (Johor), DTI Beranang (Selangor), DTI Lenggeng (Negeri Sembilan), dan DTI Kemayan (Pahang). Lima provinsi asal deportan terbanyak mencakup Sumatera Utara (36 orang), Nusa Tenggara Barat (32 orang), Jawa Timur (19 orang), Aceh (18 orang), dan Jawa Barat (9 orang).
Seluruh rangkaian keberangkatan didampingi langsung oleh Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) KJRI Johor Bahru. Para WNI diberangkatkan menggunakan kapal feri MDM Express 2 menuju Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau, pada pukul 13.00 WIB.
Ketua Satgas PPT yang juga Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Johor Bahru, Debbi Oktarossa, berharap para WNI dapat tiba dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga, sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai ikhtiar perbaikan ke depan. “Pengalaman ini harus menjadi pengingat bagi kita bahwa niat bekerja di luar negeri harus ditempuh melalui jalur yang resmi, aman, dan terjamin pelindungannya,” tegas Debbi Oktarossa. Ia meminta para calon pekerja migran senantiasa mematuhi prosedur hukum serta merujuk pada instansi resmi pemerintah seperti Disnaker, BP3MI, hingga KemenP2MI.
Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 5.021 WNI/PMI dari wilayah kerjanya, terdiri atas 3.528 laki-laki dewasa, 1.450 perempuan dewasa, 21 anak laki-laki, dan 22 anak perempuan. Provinsi asal terbesar mencakup Jawa Timur, NTB, Sumatera Utara, Aceh, dan Riau.
KJRI Johor Bahru menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan keimigrasian secara berkesinambungan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, serta mengapresiasi kerja sama lintas sektor bersama JIM Putrajaya, BP3MI, Kantor Imigrasi, Disnaker, P4MI, hingga Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan di Tanah Air.











Komentar