Koma Akibat Pecah Pembuluh Darah, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan PMI Koma Asal Labuhanbatu Lewat Batam

PMI Asal Sumut Dipulangkan KJRI Johor Bahru via Batam

Batam, Headline7390 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang sempat mengalami kondisi koma akibat pecah pembuluh darah otak. Pasien sempat menjalani perawatan intensif di Hospital Sultan Ismail (HSI), Johor Bahru, sejak 29 September 2026.

Penanganan darurat terhadap warga negara Indonesia tersebut dijalankan oleh Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) sejak menerima laporan pada 1 Oktober 2026. Satgas PPT terus berkoordinasi secara intensif dengan tim medis rumah sakit serta pihak keluarga untuk memantau perkembangan kesehatan pasien hingga menyusun rencana evakuasi medis ke Indonesia.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Setelah tim medis Hospital Sultan Ismail mengonfirmasi kondisi kesehatan pasien telah membaik dan dinyatakan layak melanjutkan perawatan medis di Tanah Air, proses pemulangan dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026. PMI tersebut diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Stulang Laut menuju Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan pendampingan langsung dari pihak keluarga, tim Satgas PPT, dan paramedis.

Setibanya di Kota Batam, pasien langsung menjalani evaluasi medis lanjutan sebelum dijadwalkan terbang menuju Medan setelah mengantongi surat kelaikan terbang (fit to travel) dari otoritas kesehatan setempat. Guna memastikan kelancaran penanganan medis dan pemulangan ke daerah asal, KJRI Johor Bahru berkoordinasi dengan BP3MI Kepulauan Riau c.q. P4MI Batam serta BP3MI Sumatera Utara.

Pelaksana Fungsi Konsuler 3 KJRI Johor Bahru, Dania Afini Lestari, menegaskan bahwa pihak konsulat terus memantau perkembangan pemulihan pasien dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal. “KJRI Johor Bahru terus berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait di Indonesia guna mendukung kelancaran proses pemulangan dan memastikan penanganan lanjutan sesuai dengan kebutuhan medis yang bersangkutan,” ujar Dania Afini Lestari.

Pihak KJRI Johor Bahru turut menyampaikan apresiasi kepada manajemen Hospital Sultan Ismail atas pelayanan medis menyeluruh yang diberikan, serta kerja sama lintas sektor instansi di Indonesia. Penanganan evakuasi medis ini menjadi wujud komitmen nyata pemerintah dalam memberikan pelindungan serta pelayanan bagi WNI di luar negeri yang berada dalam kondisi darurat.

Komentar