Ketua LAM Batam Raja Muhamad Amin Ajak Warga Jaga Persaudaraan dan Ketenteraman

Warga Batam Jaga Kondusivitas di Tengah Ujian Pemadaman Listrik hingga Asap

Batam, Headline7534 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Masyarakat Kota Batam saat ini diuji dengan serangkaian persoalan pelayanan publik dan kondisi lingkungan, mulai dari dampak pemadaman listrik meluas, selimut kabut asap atau jerebu karhutla, hingga kendala pasokan air bersih di sejumlah wilayah. Menyikapi situasi yang menguji kesabaran warga tersebut, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama H. Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad, menyampaikan seruan kebajikan agar seluruh elemen masyarakat menjaga ketenteraman dan kondusivitas negeri, Selasa (20/10/2026).

Tokoh adat Melayu Batam tersebut menekankan bahwa berbagai dinamika dan tantangan yang terjadi hendaknya dihadapi dengan pikiran jernih, kebersamaan, serta semangat musyawarah. Ia mengingatkan agar kekhawatiran atau kegelisahan warga tidak sampai mengikis rasa persaudaraan dan kesantunan sosial yang selama ini menjadi fondasi kekuatan masyarakat Batam.

Gambar dengan Link DailyKepri Image

Raja Muhamad Amin mengajak warga untuk mempercayakan langkah-langkah pemulihan teknis kepada instansi serta otoritas yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidangnya. Menurutnya, dinamika yang menyangkut kepentingan umum membutuhkan ikhtiar penanganan yang terukur, transparan, serta diimbangi dengan kebesaran hati seluruh pihak untuk menjadi bagian dari solusi.

“Mari kita jaga Batam kita agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Apa pun keadaan yang kita hadapi, jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan, kesantunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita. Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Berikan ruang kepada mereka yang memiliki ilmu, keahlian, dan amanah untuk menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Raja Muhamad Amin dalam seruan resminya.

Dalam pandangannya, Batam merupakan rumah bersama yang dihuni oleh masyarakat dari beragam latar belakang suku, agama, dan budaya. Kerukunan sosial serta suasana daerah yang kondusif dipandang sebagai modal utama pembangunan yang tidak kalah penting dibandingkan pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan infrastruktur.

Ia mengingatkan pentingnya memegang teguh falsafah adat Melayu “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” serta ungkapan “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah” sebagai panduan moral dalam menyikapi setiap tantangan. Melalui semangat persatuan tersebut, seluruh pemimpin, pemangku kepentingan, dan warga diimbau untuk saling mendukung demi menjaga iklim kemasyarakatan yang aman dan tenteram di Kota Batam.

Komentar