Dailykepri.com | Olahraga – Mantan juara kelas menengah UFC, Luke Rockhold, menuding adanya kejanggalan di balik kekalahan Khamzat Chimaev dari Sean Strickland pada ajang UFC 328 akhir pekan lalu.
Chimaev yang kehilangan sabuk juaranya dinyatakan kalah lewat keputusan angka split, namun Rockhold menilai hasil tersebut tidak mencerminkan jalannya pertarungan.
Menurut Rockhold, Chimaev tampil lebih dominan terutama di ronde keempat dan kelima. Ia menyebut Strickland hanya unggul di ronde kedua, sementara ronde ketiga berlangsung ketat dan bisa dimenangkan siapa saja.
“Saya pikir Khamzat menang. Dia mengendalikan tempo dan memaksa lawannya mundur, itu ciri juara sejati,” ujar Rockhold dalam komentarnya.
Rockhold menilai keputusan juri tidak masuk akal karena Chimaev dianggap memberikan pukulan lebih keras dan menguasai ritme pertarungan. Ia bahkan menduga ada faktor eksternal yang memengaruhi hasil akhir.
“Terkadang ada hal-hal yang meragukan dalam menentukan siapa yang mereka inginkan untuk menang. Mungkin mereka hanya ingin Sean menang karena dia adalah Sean,” ucapnya.
Meski kecurigaan itu mencuat, hasil resmi tetap tidak berubah. Sean Strickland dinyatakan sebagai pemenang dan kembali memegang gelar juara kelas menengah UFC, sementara Khamzat Chimaev harus menerima kekalahan dan kehilangan sabuknya.
Pertarungan ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar MMA yang menyoroti transparansi penilaian juri dalam ajang bergengsi tersebut.
Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini:
https://www.whatsapp.com/channel/0029VaK1zjdGU3BNuJ2T3W3K










Komentar