Pelayaran Perdana Trayek T-30 Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 12 Dimulai

Economy, Headline249 Dilihat

Dailykepri.com | Ekonomi – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melepas pelayaran perdana trayek tol laut T-30 dengan armada KM. Kendhaga Nusantara 12 yang merupakan trayek baru di tahun ini.

Adapun trayek T-30 melayani rute Tj. Perak – Pulau Obi – Piru – Bula – Larat – Tepa – Tj. Perak.

“Penambahan trayek ini merupakan upaya Ditjen Hubla guna melayani dan mempermudah distribusi barang di wilayah kepulauan dan juga sebagai wujud pemerintah hadir dalam melayani wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (T3P),” ujar Kasubdit Angkutan Laut Khusus dan Usaha Jasa Terkait, Capt. Pujo Kurnianto, pada Rabu (18/1/2023).

Menurut Capt. Pujo, penyelenggaraan Tol Laut dilaksanakan guna melayani dan mempermudah distribusi barang di wilayah kepulauan, khususnya diwilayah-wilayah yang belum terlayani oleh kapal-kapal komersial.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa KM. Kendhaga Nusantara 12 yang dioperasikan oleh PT. Luas Line direncanakan berlayar dari pelabuhan pangkal Surabaya dengan mengangkut jenis muatan berupa bahan pokok dan bahan penting lainnya dengan tujuan distribusi yaitu sebanyak 16 Teus ke Pulau Obi, 9 Teus ke Piru, 22 Teus ke Bula, dan 7 Teus ke Larat, sehingga tercatat total muatan berangkat yang diangkut KM. Kendhaga Nusantara 12 ini sebanyak 54 Teus.

Foto: Kemenhub

“Semoga pelepasan perdana kapal Tol Laut Kendhaga Nusantara 12 ini juga dapat menjadi semangat bagi kita semua dalam menyukseskan program Tol Laut pada 2023. Saya harap pelepasan pelayaran perdana ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, dan dapat dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan, utamanya pada masyarakat di wilayah provinsi Maluku,” ucap Capt. Pujo.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi agar pelayanan Tol Laut dapat mengoptimalkan muatan balik, dimana peran pemerintah daerah melalui BUMD/BUMdes sangat berpengaruh untuk meningkatkan hasil produksi daerah yang berpotensial, serta dalam strategi mengkonsolidasikan barang dari dan ke daerah T3P agar dapat diangkut menggunakan kapal Tol Laut lebih optimal.

Sebagai informasi, program Tol Laut merupakan salah satu program nasional dalam rangka menjamin stabilisasi pasokan bahan pokok dan penting (Bakpokting), dan memangkas biaya distribusi sehingga dapat menurunkan disparitas harga di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (T3P) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.27 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan.

Program Tol Laut telah dilaksanakan sejak 2015 dimana pada tiap tahunnya terus mencatatkan peningkatan, salah satunya dari sisi jumlah trayek yang dilayani, dimana pada 2022 kemarin Pemerintah melalui Kemenhub telah menyelenggarakan sebanyak 33 trayek kapal Tol Laut, dan untuk tahun ini bertambah menjadi 39 trayek.

Pertambahan trayek kapal Tol Laut ini beriringan dengan terus meningkatnya pemintaan dari daerah agar kapal tol laut dapat menyinggahi daerahnya, yang mana hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk dapat memperluas layanan Tol Laut agar distribusi logistik dapat tersebar merata ke daerah-daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan. (Red/IP)

Komentar