Dailykepri.com | Batam – Pasca Lebaran, harga tiket pesawat dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Ranai, Natuna, kembali dikeluhkan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di platform pemesanan daring seperti Traveloka, Selasa (1/4/2026) harga tiket untuk rute tersebut mengalami fluktuasi tajam antara bulan April hingga Mei 2026.
Untuk periode tersebut, harga termurah tercatat pada tanggal 9, 19, 23, dan 26 Mei 2026 dengan maskapai NAM Air, yakni sebesar Rp 1.434.000. Sementara itu, harga tertinggi mencapai Rp 2.885.000.
Perbedaan harga yang signifikan ini menimbulkan keresahan di kalangan warga yang merasa terbebani oleh biaya transportasi udara ke wilayah perbatasan tersebut.
“Kalau mau pulang kampung dari Batam ke Natuna, harus siap uang lebih. Kadang harga tiket bisa dua kali lipat dari biasanya,” ujar Ahmad, warga Natuna yang bekerja di Batam.
Keluhan serupa datang dari pelaku usaha lokal. “Biaya pengiriman barang jadi mahal karena ongkos pesawat tinggi. Akhirnya harga jual di sini ikut naik,” ungkap Siti, pedagang sembako di Ranai.
Letak geografis Natuna sebenarnya sangat strategis. Kabupaten ini berada di ujung utara Indonesia, berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. Posisi tersebut menjadikan Natuna sebagai wilayah penting dalam aspek pertahanan nasional, ekonomi maritim, dan jalur perdagangan internasional.
“Natuna adalah beranda terdepan Indonesia. Potensi ekonominya besar, tapi akses transportasi masih jadi kendala utama,” jelas seorang akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Sementara itu salah satu pihak maskapai menjelaskan bahwa harga tiket dipengaruhi oleh biaya operasional dan jumlah penumpang yang relatif sedikit. “Rute Batam–Natuna memiliki tantangan tersendiri, termasuk keterbatasan armada dan fluktuasi permintaan,” ujar perwakilan maskapai dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga tiket dan memperbaiki konektivitas udara ke daerah perbatasan.
“Kami ingin Natuna tidak hanya dikenal karena letaknya yang strategis, tapi juga karena aksesnya yang mudah dan terjangkau,” tutur Ketua RT di Ranai.
Dengan kondisi ini, mahalnya tiket pesawat dari Batam ke Natuna bukan sekadar persoalan harga, melainkan cerminan tantangan pemerataan pembangunan dan perhatian terhadap wilayah terluar Indonesia.












Komentar