Rakorda Bangga Kencana 2026 : BKKBN Kepri perkuat komitmen Pemda, Stakeholder dan Mitra Kerja

Batam, Headline, Kepri7645 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 resmi digelar di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Batam, Kamis (5/3/2026).

Rakorda mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045” dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan keluarga serta penurunan stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, SE., M.T turut hadir secara daring dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat I Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau ini.

“Daerah adalah garda terdepan keberhasilan program Bangga Kencana. Hari ini Provinsi Kepri melaksanakan Rakorda yang memberikan pesan adanya akselerasi, hasil Rakornas harus segera kita kembangkan menjadi gerakan daerah yang nyata dan konstektual. Sebagai provinsii dengan geografis yang unik, Kepulauan Riau membutuhkan pendekatan yang adaptif,” pesannya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina, M.Si (Dok Dailykepri.com)

Forum ini menegaskan komitmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Bangga Kencana di daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan bonus demografi dan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina, M.Si, menyampaikan bahwa Rakorda dilaksanakan selama satu hari secara efektif dengan skema hybrid meeting dan diikuti 200 peserta dari unsur kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta mitra kerja terkait.

“Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kinerja Program Bangga Kencana Tahun 2025 sekaligus menyelaraskan kebijakan prioritas nasional dengan strategi pembangunan keluarga di daerah,” ujarnya.

Rohina menjelaskan, sejumlah capaian kinerja tahun 2025 diraih dengan sangat baik. Pada level tujuan, indikator Total Fertility Rate (TFR) dan Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga (IPKK) mencapai rasio di atas 100 persen. Pada level strategis, empat dari enam indikator tercapai optimal, antara lain Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (103,17 persen), Proporsi Kebutuhan KB Modern Terpenuhi (94,58 persen), Indeks Pembangunan Keluarga/i-Bangga (111,67), dan Indeks Partisipasi Masyarakat (104,34 persen). Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan pada indikator kehamilan tidak diinginkan (65,94 persen) dan Angka Kelahiran Remaja usia 15–19 tahun (88,8 persen).

Ia juga memaparkan realisasi Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun 2025 terealisasi sebesar 85,64 persen, sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya 87,92 persen. Untuk Tahun Anggaran 2026, total pagu DAK Subbidang KB Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp12,33 miliar yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. “Kami berharap pada 2026 capaian output maupun penyerapan anggaran dapat lebih optimal dan mencapai target,” ujarnya.

Selain itu, Rohina menyampaikan inovasi Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) “Kasih Bunda” yang telah dibentuk pada 2025 di lingkungan kantor Perwakilan BKKBN Kepri. Fasilitas ramah anak tersebut dinilai mampu mendukung produktivitas pegawai, khususnya yang memiliki anak usia dini, sehingga berdampak positif terhadap kinerja organisasi.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, S.E., M.M yang diwakili oleh Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal Siregar, S.E., M.M dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan keluarga harus dilaksanakan secara terintegrasi dan kolaboratif, tidak sektoral.

“Sejak tahun 2022 hingga tahun 2024 Angka Prevalensi Stunting Provinsi Kepulauan Riau mengalami fluktuasi namun cenderung menurun dari 15,4 menjadi 15. Kita menyadari bahwa keberhasilan pembangunan keluarga sangat ditentukan oleh Sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah, Dukungan penganggaran yang memadai, Penguatan kelembagaan dan konvergensi lintas sektor, serta kerjasama pentahelix”, tegasnya

Dalam kesempatan tersebut dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama dalam pelaksanaan program Bangga Kencana oleh Kepala OPD KB se-Kepulauan Riau sekaligus penandatanagan komitmen bersama pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi & Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBK/WBBM) di lingkungan BKKBN Kepri.

Dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama dengan Institut Kesehatan dan Teknologi Kartini Batam, BAZNAS Provinsi Kepri, Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Batam, RSIA Frisdhy Angel, dan dari Media yaitu RRI Batam, Batam Pos Tribun Batam dan Daily Kepri.

Komentar