Baru Dilantik, Pejabat Ditjen Peternakan Kementan Langsung Diminta Tancap Gas

Headline, Nasional3240 Dilihat

DailyKepri.com | Jakarta — Belum sempat lepas penat usai pelantikan, para pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian RI, langsung diminta “tancap gas” oleh atasannya. Tak ada waktu untuk adaptasi. Instruksinya jelas: langsung kerja, langsung lari!

Instruksi ini ditegaskan langsung oleh Dirjen PKH, Agung Suganda, dalam acara serah terima jabatan di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (14/7/2025). Ia menegaskan bahwa pejabat baru harus siap ditempatkan di mana saja, dan evaluasi kinerja bakal dilakukan setiap tiga bulan.

“Kita nggak punya waktu buat adaptasi-adaptasi. Semua harus tancap gas! Koordinasi, kerja cepat. Ini sudah bukan zamannya santai-santai,” tegas Agung dengan nada penuh semangat.

Langkah tegas ini, menurutnya, adalah bagian dari percepatan transformasi subsektor peternakan nasional yang sedang didorong oleh pemerintah, termasuk soal peningkatan produksi dan hilirisasi.

Salah satu contoh konkret yang dibawa Agung adalah kerja sama hilirisasi yang sedang digarap, yakni proyek investasi ayam antara PTPN I dan Farm Fresh. Proyek ini diharapkan jadi tonggak penting dalam mendorong peternakan nasional naik kelas.

“Kekompakan, kerja keras, dan kolaborasi adalah kunci. Anggap pekerjaan ini bagian dari ibadah, jadi kita kerjakan dengan hati dan tanggung jawab,” tambahnya.

Kepala Biro SDM dan Aparatur Kementan, Nurwahida, juga menyampaikan bahwa promosi, rotasi, dan mutasi adalah hal yang wajar dalam birokrasi. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan semangat di tengah beban kerja yang makin padat.

“Fungsi utama kita adalah pelayanan publik. Tapi jangan lupa jaga kesehatan, karena tanpa itu kerja keras juga bisa sia-sia,” pesannya.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Ali Agus, turut memperkenalkan pendekatan kerja “5A” untuk membekali para pejabat baru:

1. Agenda Setting – Menentukan arah kerja
2. Atlas – Pahami karakteristik wilayah
3. Aktor – Libatkan pihak-pihak terkait
4. Aturan Main – Taat regulasi
5. Action – Eksekusi cepat dan tepat

“Jangan tunggu-tunggu, jangan tunda. Di mana pun Anda ditempatkan, mulai kerja dengan tanggung jawab penuh,” tegas Ali.

Dengan langkah cepat dan kepemimpinan baru ini, Kementan berharap subsektor peternakan bisa makin tangguh, modern, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan peternak di seluruh Indonesia. Termasuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang kini jadi prioritas utama pemerintah.

Tak ada waktu untuk jeda. Para pejabat baru dituntut bergerak, menyatu dengan ritme perubahan, dan memberi hasil nyata. Bagi mereka, jabatan baru bukan sekadar amanah, tapi juga tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi. (Ris1)

Komentar