Uniba Tegaskan Komitmen Integritas Akademik Lewat Kuliah Umum Bersama Sekretaris Dirjen Sains dan Teknologi

Batam, Headline, Pendidikan5340 Dilihat

Dailykepri.com | Batam – Universitas Batam (Uniba) kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan integritas akademik melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Integritas Publikasi Ilmiah & Program Saintek_2025” yang digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025, di Rumengan Hall, Kampus Uniba, Batam. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kuliah umum ini dihadiri oleh jajaran pimpinan struktural Uniba, di antaranya Sekretaris Yayasan Griya Husada Faris Ramadhan, S.Ak., M.Ak., Kepala LPPM Uniba Dr. Malahayati Rusli Bintang, BSc., MPH., Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M., Wakil Rektor II Dr. Angelina E. Rumengan, S.Kom., M.MSi., Wakil Rektor III Dr. Mohamad Gita Indrawan, S.T., M.M., serta para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan kampus Uniba.

Rektor Uniba, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa integritas dalam publikasi ilmiah merupakan fondasi utama dalam membangun reputasi akademik yang kredibel. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi riset antar civitas akademika harus dilandasi oleh kejujuran, etika, dan tanggung jawab ilmiah demi menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Melalui kuliah umum ini, kami berharap seluruh tenaga pendidik di Uniba semakin memahami pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses penelitian dan publikasi. Program Saintek yang digulirkan pemerintah harus menjadi wadah kolaboratif yang mendorong lahirnya inovasi berbasis etika akademik,” ujar Prof. Samsul Rizal.

Dalam pemaparan materinya, Dr. M. Samsuri memberikan penekanan khusus pada berbagai bentuk pelanggaran dalam publikasi ilmiah yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan tinggi. Ia menjelaskan secara rinci mengenai praktik fabrikasi (membuat data palsu), falsifikasi (mengubah data untuk menyesuaikan hasil), plagiarisme (menjiplak karya orang lain), kepengarangan tidak sah (menambahkan atau menghapus nama penulis secara tidak etis), konflik kepentingan, serta publikasi ganda atas satu artikel yang sama.

“Penyimpangan dalam publikasi ilmiah bukan hanya merusak kredibilitas individu, tetapi juga mencederai integritas institusi pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap dosen dan peneliti untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip etika akademik secara konsisten,” tegas Dr. Samsuri.

Ia juga menyoroti peran strategis dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Menurutnya, dosen memiliki dua tanggung jawab utama: mendidik mahasiswa agar menjadi lulusan yang berkualitas dan menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

“Kejujuran adalah prinsip utama dalam integritas akademik. Dalam setiap proses penelitian, data yang dikumpulkan harus berdasarkan fakta. Tanpa kejujuran, mustahil bagi seorang dosen untuk mencapai jenjang akademik tertinggi seperti Guru Besar,” tambahnya.

Dr. Samsuri, yang merupakan alumnus Program Magister dan Doktor Teknik Kimia Universitas Indonesia, juga menyampaikan apresiasi kepada Uniba atas penyelenggaraan kuliah umum ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin di perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang sehat dan berintegritas.

Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi Uniba untuk memperkuat komitmen terhadap tata kelola akademik yang transparan dan bertanggung jawab. Di tengah era digital dan kemajuan teknologi yang pesat, tantangan terhadap integritas publikasi ilmiah semakin kompleks. Oleh karena itu, pendidikan tinggi dituntut untuk terus beradaptasi dan memperkuat nilai-nilai dasar akademik demi menciptakan ekosistem riset yang bermutu dan beretika.

Komentar