Dailykepri.com | Batam – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang melaksanakan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Driver Online Batam di halaman Kantor Walikota Batam, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, yang memimpin apel kesiapan personel sebelum aksi dimulai.
Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari Polda Kepulauan Riau, Polresta Barelang, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, bertindak sebagai penanggung jawab lapangan dan mengoordinasikan jalannya pengamanan untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib.
Sekitar pukul 11.00 WIB, massa aksi tiba di lokasi dengan membawa sejumlah alat peraga seperti mobil komando, spanduk, banner, dan pengeras suara.
Dalam aksinya, mereka menyampaikan delapan poin tuntutan, termasuk penerapan Surat Keputusan Gubernur Kepri Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi roda dua dan roda empat, serta penataan transportasi online di Bandara Hang Nadim.
Kapolresta Barelang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi yang berlangsung tertib.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian siap memfasilitasi penyampaian aspirasi secara damai dan konstruktif.
Setelah penyampaian aspirasi, audiensi digelar di ruang pertemuan Kantor Walikota Batam.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari pemerintah kota, kepolisian, dinas terkait, serta perusahaan aplikator transportasi online.
Walikota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa pengaturan tarif transportasi online merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk meneruskan aspirasi para pengemudi kepada Dinas Perhubungan Provinsi.
Walikota juga memastikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi daring akan mulai diberlakukan secara penuh pada Desember 2025.
Dalam audiensi tersebut, pihak BPJS, Dishub Provinsi, perwakilan aplikator Gojek dan Maxim, serta pengelola Bandara Hang Nadim turut memberikan tanggapan atas berbagai isu yang diangkat.
Dishub Provinsi Kepri menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan aplikator agar mematuhi regulasi yang berlaku.
Sementara pihak bandara menyatakan kesiapannya untuk membahas lebih lanjut mengenai titik jemput dan akun transportasi online yang diduga tidak resmi.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan damai dan berakhir tanpa insiden.
Polresta Barelang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif, serta tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.











Komentar